Sebuah Resensi Buku: Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Kerisnya karya Rida K. Liamsi

Sebuah Resensi Buku: Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Kerisnya karya Rida K. Liamsi
Irvan Nasir dan Rida K Liamsi

Siasat Sastra Memulihkan “Suara yang Dibungkam”

Komunitas sejarawan tentu paham bahwa dokumen tertulis masa lalu sering kali dikuasai oleh pemenang atau faksi yang memegang patronase penulisan. Ketika teks kronik lokal dikuasai narasi pro-Bugis dan dokumen luar dikuasai oleh catatan dagang VOC Belanda, di mana kita bisa mendengarkan jeritan hati dan pergolakan batin orang Melayu yang terjepit pada abad ke-18?

Rida K. Liamsi menyelesaikan kebuntuan metodologi sejarah ini dengan sangat cerdas melalui pendekatan sastra-sejarah (historical fiction yang berbasis riset kuat). Sastra digunakan bukan untuk memalsukan fakta, melainkan untuk f

_filling the blanks of history_ mengisi kekosongan emosional yang tidak tercatat dalam lembar arsip formal. Ketepatan historis buku ini tetap kokoh; dinamika mundurnya Daeng Kamboja untuk menahan diri setelah konfrontasi dengan Tun Dalam sinkron dengan data arsip Belanda yang mencatat adanya kalkulasi geopolitik Daeng Kamboja agar tidak memicu perang saudara di tengah ancaman VOC di Melaka.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index