SEBALIK.COM, PEKANBARU -- Belantara Foundation menyelenggarakan acara serah terima bantuan berupa alat dan modal usaha bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) pada lima desa, yaitu Desa Sungai Bela, Desa Concong Dalam, Desa Concong Tengah, Desa Kampung Baru, dan Desa Panglima Raja, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau pada 6-7 Juli 2026.
Bantuan yang diberikan kepada masing-masing desa, didasarkan atas hasil asesmen potensi aktivitas ekonomi kelompok masyarakatnya, yang dilakukan oleh Belantara Foundation sebelumnya, di desa-desa yang kawasannya didominasi ekosistem mangrove tersebut.
Belantara Foundation memberikan bantuan berupa alat dan modal usaha untuk pengembangan usaha kerupuk udang kepada KUPS Pakan Makmur di Desa Sungai Bela. Sedangkan untuk KUPS Bina Keluarga, di Desa Panglima Raja untuk pengembangan usaha kerupuk amplang.
Selain itu, Belantara Foundation juga memberikan bantuan alat dan modal usaha kepada KUPS Kepiting Alam Berkah, di Desa Concong Dalam dan KUPS Kepiting Lestari, di Desa Concong Tengah, masing-masing untuk pengembangan usaha budi daya kepiting (ketam), sedangkan KUPS Nipah Pesisir, Desa Kampung Baru untuk pengembangan usaha pucuk dan lidi nipah.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, saat memberikan sambutan pada acara serah terima bantuan secara simbolis mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu pemberdayaan masyarakat agar pada satu saat akan mampu mengelola hutan desa secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi laju deforestasi, memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi, meningkatkan manfaat jasa ekosistem, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat.
Program ini juga mendorong upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan beserta biodiversitas, yang merupakan fondasi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam upaya mendukung FOLU Net Sink 2030, serta tujuan pembanguan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Sejak 2023, Belantara telah menjalankan program pengelolaan hutan desa berkelanjutan, yang merupakan wujud komitmen Belantara dalam mendukung target Perhutanan Sosial pemerintah melalui penguatan tata kelola hutan berbasis masyarakat, khususnya pada enam hutan desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Dalam implementasi kegiatan yang telah berjalan sekitar 3 tahun ini, Belantara berhasil memfasilitasi pengusulan hingga mendapat Surat Keputusan (SK) hutan desa di enam desa di Indragiri Hilir, Riau. Enam desa tersebut yaitu Desa Concong Dalam, Desa Panglima Raja, Desa Kuala Gaung, Desa Kampung Baru, Desa Concong Tengah, dan Desa Sungai Bela dengan total kawasan seluas 10.087 hektar. Saat ini, Belantara juga masih membantu memfasilitasi pengusulan hutan desa baru di Desa Sungai Bela.
Lebih dari itu, Belantara telah memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari pembentukan enam pengelola hutan desa dengan melibatkan 124 anggota masyarakat, menyusun rencana pengelolaannya, memberikan peningkatan kapasitas pengelola hutan desa, hingga pembentukan enam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan melibatkan 74 anggota masyarakat.
Tak kalah penting, Belantara bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di enam desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ini juga telah mengumpulkan data dasar biodiversitas, sosial, dan ekonomi, serta membantu pengembangan bisnis ekonomi masyarakat bersama KUPS di masing-masing desa.
“Saat ini, program pengelolaan hutan desa berkelanjutan berfokus untuk mendukung target SDGs ke 13 yaitu mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya, target SDGs ke 15 yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem, serta target SDGs ke 17 yaitu menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong dan mengajak para pihak yang lebih luas lagi, seperti pemerintah, sektor swasta, dan media, untuk bahu-membahu dan berkontribusi pada program pengelolaan hutan desa berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat memperkuat program perhutanan sosial yang sedang digalakkan pemerintah di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau”, tandas Dolly.
Pada waktu yang sama, Penyuluh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandah, Syamsi Mahdi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi program yang dijalankan Belantara dan para mitra dalam upaya memperkuat program perhutanan sosial yang telah dijalankan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan hutan desa berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong sinergi antara pelestarian kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan”, ujar Bapak Syamsi.
Lebih lanjut, Syamsi menegaskan pengelolaan hutan yang efektif tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Belantara diharapkan dapat memperkuat kapasitas desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan desa yang menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan serta mendukung berbagai kebijakan pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Concong Tengah, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, M. Asikin, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dukungan Belantara dalam memperkuat pengelolaan desa berkelanjutan di wilayah nya. Pendampingan ini menjadi peluang yang sangat baik bagi desa untuk meningkatkan kapasitas dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan M. Asikin, S.Sos., Kepala Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Erwandi, S.H., mengatakan sebagai desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, pihaknya menyadari bahwa pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis lingkungan.
Kepala Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, H. Haliar, mengucapkan terima kasih atas hadirnya Belantara Foundation yang memberikan pendampingan pada LPHD dan KUPS di desanya. Ia juga berharap potensi wisata mangrove di desanya dapat dibantu untuk dikembangkan.
Ketua KUPS Bina Keluarga, Desa Panglima Raja, Yusnizar mengungkapkan melalui dukungan Belantara, kami berharap dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan juga para anggota KUPS.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua KUPS Nipah Pesisir, Ibu Zuraida mengatakan pendampingan dari Belantara bukan hanya memberikan penguatan kelompok ibu-ibu, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha yang lestari. (*)