SEBALIK.COM, SIAK - Tokoh sentral adat Melayu, H. Wan Said, yang menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, berpulang ke Rahmatullah, Kamis (5/2/2026).
Kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang pejabat adat, melainkan hilangnya sosok pohon rindang tempat masyarakat dan pemerintah setempat bernaung meminta petuah.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Di mata Afni, H. Wan Said adalah cerminan kedisiplinan sejati. Almarhum hampir tak pernah absen dalam kegiatan pemerintahan dan selalu hadir tepat waktu dengan dedikasi tinggi.
"Beliau bukan sekadar pemangku adat, tetapi juga pemberi petuah dan penjaga marwah," kenang Bupati Afni.
Selama masa hidupnya, H. Wan Said adalah sosok yang kerap menyambut tamu-tamu kehormatan dengan khidmat, memasangkan tanjak sebagai simbol kehormatan bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di tanah Siak Sri Indrapura.
Salah satu sisi unik yang membekas di hati Bupati adalah kesetiaan almarhum merawat sejarah. Selain sebagai pemangku adat, ia dikenal sebagai penjaga setia Makam Sultan Siak.
Afni mengenang momen hangat saat berziarah ke Makam Tengku Buang Asmara, di mana almarhum kerap menyuguhkan kopi racikan sendiri yang unik berbahan dasar beras, sebuah simbol keramahan dan tradisi yang tak lekang oleh zaman.
Bupati Afni juga mengungkap sebuah pesan mendalam yang diberikan almarhum kepadanya. Sebuah wasiat lisan yang menjadi penyemangat dalam membangun daerah:
"Teguhkan hati untuk Siak. Usah terlalu dihiraukan cakap orang. Ini kampung awak, kalau tak kito, siapo lagi yang akan jago marwah negeri," tutur Afni.
Menutup ungkapan duka mewakili pemerintah dan masyarakat Siak, Afni menyebut bahwa pengabdian H. Wan Said telah tuntas dengan sangat baik bagi tanah Melayu.
"Tunai sudah abdimu, Datuk, untuk Negeri Istana. Insya Allah husnul khotimah. Al-Fatihah," pungkasnya. (Mail Has)