TKD Dipangkas, Pemko Pekanbaru Upayakan Peningkatan PAD Tahun 2026

TKD Dipangkas, Pemko Pekanbaru Upayakan Peningkatan PAD Tahun 2026
Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST M.Arch

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadapi tantangan baru di awal tahun 2026 terkait pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Sebagai langkah antisipatif, Pemko berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, untuk menutupi kekurangan anggaran.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST M.Arch, menyampaikan bahwa target PAD dari pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun, naik sekitar Rp200 miliar dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp1,185 triliun. Realisasi PAD pajak tahun lalu tercatat mencapai Rp1,175 triliun.

“Tahun 2025 capaian kita hampir menyentuh target, mudah-mudahan tahun ini target Rp1,3 triliun bisa tercapai. Ini sangat penting untuk menutupi kekurangan akibat pemangkasan TKD sebesar Rp400 miliar,” ujar Markarius, Rabu (7/1/2026).

Pemangkasan TKD berdampak langsung pada kemampuan keuangan daerah, sehingga Pemko Pekanbaru harus melakukan penyesuaian program dan kegiatan APBD 2026. Awalnya, APBD disusun sebesar Rp3,2 triliun, namun dengan adanya pemotongan TKD lebih dari Rp400 miliar, Pemko harus menyusun ulang program-program agar tetap realistis sesuai kemampuan keuangan.

Markarius menekankan bahwa peningkatan PAD dari sektor pajak menjadi salah satu solusi utama untuk menutupi defisit akibat pemangkasan TKD. Ia juga mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bekerja sama dalam mempercepat realisasi PAD, melalui pengelolaan pajak yang lebih efisien dan inovatif.

“Selain penyesuaian program, kita juga akan melakukan upaya optimalisasi PAD, misalnya melalui peningkatan pelayanan pajak dan sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran membayar pajak semakin tinggi,” tambahnya.

Langkah ini sejalan dengan strategi Pemko Pekanbaru untuk menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan seluruh program prioritas dapat tetap berjalan. Dengan pengelolaan PAD yang lebih optimal, Pemko berharap mampu meminimalisir dampak pemangkasan TKD terhadap pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi PAD, mengatur belanja daerah secara efisien, dan tetap menjaga keberlanjutan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kota Pekanbaru. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index