Kapolda Herry Heryawan Terjunkan 250 Polisi Bangun 26 Jembatan di Pelosok Riau

Kapolda Herry Heryawan Terjunkan 250 Polisi Bangun 26 Jembatan di Pelosok Riau
Kapolda Riau melepas 250 personel polisi dalam apel pemberangkatan Satgas Darurat Jembatan.

SEBALIK.COM, PEKANBARU - Ratusan personel Polri tidak berdiri untuk menyiapkan operasi penangkapan, melainkan bersiaga membawa misi kemanusiaan. Sebanyak 250 personel resmi dilepas sebagai bagian dari satgas darurat jembatan untuk menyambung asa di pelosok Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa langkah ini adalah instruksi langsung Presiden RI dan Kapolri untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Riau yang terisolasi.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam, Polda Riau menemukan kenyataan pahit, yakni sebanyak 26 titik jembatan di 12 kabupaten/kota kondisinya cukup memprihatinkan bahkan terputus.

"Total panjang jembatan yang akan dibangun mencapai 463 meter, sementara 263 meter lainnya akan direnovasi. Ini bukan sekadar angka teknis, ini adalah jalur kehidupan bagi ribuan warga," ujar Irjen Herry dalam apel pemberangkatan.

Dari 26 titik tersebut, 17 jembatan akan dibangun baru dari nol, sementara sisanya akan mendapatkan perbaikan total agar layak digunakan kembali.

Irjen Herry menekankan bahwa kehadiran Polri melalui Satgas ini bertujuan untuk menghadirkan keadilan sosial. Selama ini, rusaknya jembatan di pelosok sering kali menjadi penghambat anak-anak pergi sekolah, warga sakit yang sulit menjangkau puskesmas, hingga petani yang hasil kebunnya busuk karena tak bisa dipasarkan.

"Kita ingin akses pendidikan dan kesehatan benar-benar terhubung. Anak-anak kita dan saudara kita di daerah terpencil harus merasakan keadilan yang sama dengan masyarakat di kota," tambahnya.

Polri akan menyebar personel ke seluruh penjuru Riau dengan rincian, indragiri Hulu 4 jembatan, Rokan Hilir & Kep. Meranti masing-masing 3 jembatan. Kemudian Kampar, Rohul, Inhil, Siak, Pelalawan, Kuansing, Bengkalis masing-masing 2 jembatan sementara Dumai dan Pekanbaru masing-masing 1 jembatan.

Langkah progresif ini membuktikan bahwa peran kepolisian telah bertransformasi. Polri kini hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi atas persoalan sosial di tengah masyarakat.

"Ini adalah bentuk komitmen nyata Polda Riau untuk benar-benar hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat," tutup Herry. (Mail Has)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index