SEBALIK.COM, ROHIL - Seiring dengan meningkatnya suhu udara yang mulai menyengat di wilayah Provinsi Riau, Pemerintah Kecamatan Rimba Melintang tak ingin kecolongan. Menyadari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah di depan mata, sebuah rapat koordinasi (rakor) darurat digelar di Aula Kantor Camat, Jalan Lintas Bagansiapiapi, Selasa (27/1/2026).
Pertemuan krusial ini mempertemukan tiga pilar kekuatan wilayah, Camat Rimba Melintang Sukirman, Danramil 05 Kapt. Inf. Sudarwanto, dan Kapolsek Iptu Martin Luther Munthe, guna menyusun strategi membentengi wilayah dari amukan si jago merah.
Bukan sekadar seremonial, rapat ini menekankan bahwa urusan karhutla adalah tanggung jawab kolektif. Seluruh elemen, mulai dari lurah, penghulu, perangkat desa, hingga jajaran Bhabinkamtibmas, diinstruksikan untuk dalam posisi siaga satu.
Kapolsek Rimba Melintang, Iptu Martin Luther Munthe, menegaskan bahwa koordinasi yang solid adalah kunci utama agar bencana asap tidak kembali menghantui masyarakat.
"Pencegahan karhutla harus terpadu. Kita butuh keterlibatan semua unsur: TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga itu sendiri. Kesiapsiagaan sejak dini adalah harga mati untuk melindungi lingkungan dan kesehatan kita," tegas Iptu Martin.
Rapat ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan strategis, di antaranya: pembentukan dan penguatan Posko Pencegahan Karhutla di tingkat kecamatan yang berpusat di Kantor Camat, mendorong setiap kepenghuluan (desa) untuk membangun posko serupa agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran dan mengaktifkan kembali grup WhatsApp koordinasi di tingkat kecamatan hingga desa.
Langkah cepat yang diambil Kecamatan Rimba Melintang ini diharapkan menjadi barometer bagi wilayah lain di Rokan Hilir dalam menghadapi musim kemarau yang mulai melanda. (Mail Has)