SEBALIK.COM, TEMBILAHAN – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Rapat Pleno Pengurus di Sekretariat IWAPI Inhil, Kamis (15/1/2026). Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua IWAPI Inhil, Katerina Susanti Herman, dan diikuti seluruh jajaran pengurus.
Rapat pleno tersebut menjadi forum penting bagi IWAPI Inhil untuk melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja tahun 2025, sekaligus menyusun dan memperkuat rencana kerja organisasi untuk tahun 2026. Evaluasi dilakukan guna memastikan setiap program yang telah berjalan benar-benar memberi manfaat bagi anggota dan pelaku usaha perempuan di daerah.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan ini, di antaranya tingkat keaktifan anggota, penguatan integritas serta soliditas organisasi, hingga penyesuaian arah program kerja agar sejalan dengan kebijakan dan program IWAPI Provinsi Riau. Langkah ini dinilai penting agar IWAPI Inhil tetap bergerak satu arah dengan organisasi induk, namun tetap responsif terhadap kebutuhan lokal.
Ketua IWAPI Inhil, Katerina Susanti Herman, menegaskan bahwa seluruh program kerja ke depan harus disusun secara terencana, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kapasitas serta daya saing pengusaha perempuan di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Program kerja IWAPI Inhil mengacu pada program IWAPI Provinsi Riau, tetapi tetap disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal yang ada di Indragiri Hilir,” ujarnya.
Dengan mengusung jargon “Wanita Hebat, Pengusaha Kuat”, IWAPI Inhil menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memberdayakan pelaku UMKM, khususnya perempuan. Melalui berbagai program pembinaan, IWAPI Inhil berupaya mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi, IWAPI Inhil juga merencanakan Bimbingan Teknis Kepengurusan dan Penyusunan Program Kerja yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 22 Januari 2026. Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber dari IWAPI Provinsi Riau guna memperkuat pemahaman pengurus dalam pengelolaan organisasi dan perencanaan program.
Selain itu, rapat pleno juga membahas pengembangan program binaan berbasis potensi lokal, salah satunya pengolahan sabut kelapa menjadi produk aksesoris. Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan di Indragiri Hilir.
Rapat pleno ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal organisasi, sekaligus memperkuat peran IWAPI Inhil dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan peningkatan daya saing pelaku usaha perempuan di Kabupaten Indragiri Hilir. (*)