SEBALIK.COM, PEKANBARU – Sepanjang tahun 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di delapan kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, satu ternak dilaporkan mati di Kota Dumai.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan 143 kasus, diikuti Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus. Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing mencatat 25 kasus, sedangkan Indragiri Hilir 19 kasus.
Daerah lain seperti Kampar (9 kasus), Pelalawan (6), Kuantan Singingi dan Bengkalis (5 kasus masing-masing), serta Rokan Hilir (1 kasus) mencatat jumlah kasus lebih sedikit.
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan upaya penanganan yang dilakukan, termasuk vaksinasi terhadap 40 ribu hewan ternak di seluruh provinsi, meski di beberapa daerah tidak ditemukan kasus PMK.
Ia juga mengimbau peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang, dan segera melaporkan ternak sakit, terutama di musim hujan dan banjir, karena kondisi cuaca ekstrem dapat mempercepat penyebaran virus. Selain PMK, penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga menjadi ancaman. (*)