SEBALIK.COM , KAMPAR – Manajemen PLTA Koto Panjang melaporkan perkembangan terbaru terkait kondisi elevasi waduk. Berdasarkan pemantauan pagi tadi tinggi muka air (elevasi) waduk menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (7/1/2026) pagi.
Saat ini, elevasi waduk berada di angka 80.36 meter di atas permukaan laut (mdpl), turun dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh 80.54 mdpl. Penurunan ini merupakan hasil dari langkah strategis manajemen dalam mengatur debit air keluar (outflow).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa saat ini jumlah air yang keluar jauh lebih besar dibandingkan air yang masuk (inflow).
Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme early release yang telah dilakukan sejak 30 Desember lalu. Manajemen memutuskan membuka dua pintu pelimpah (spillway gate) masing-masing setinggi 50 cm untuk mengimbangi keterbatasan operasional pembangkit.
"Langkah early release diambil sebagai upaya pengendalian elevasi. Saat ini, PLTA Koto Panjang hanya mengoperasikan dua unit pembangkit, sehingga kapasitas buangan melalui turbin belum maksimal. Maka, pembukaan pintu pelimpah menjadi sangat krusial," ujar Dhani Irwansyah.
Dengan dibukanya dua pintu pelimpah, terdapat tambahan debit buangan sebesar 134 $m^3/s$. Jika digabungkan dengan buangan melalui turbin, total air yang mengalir ke hilir Sungai Kampar saat ini berada pada angka yang cukup signifikan.
Hal ini dilakukan untuk menjaga volume waduk tetap aman, terutama mengingat prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan potensi hujan merata disertai petir dan angin kencang masih menghantui wilayah Riau dalam beberapa hari ke depan.
Meski elevasi terpantau menurun, manajemen PLTA Koto Panjang tidak ingin masyarakat lengah. Dhani terus mengingatkan warga, terutama yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar, untuk selalu waspada terhadap dinamika debit air.
"Kami terus memantau kondisi waduk dan aliran sungai secara intensif. Kami mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk tetap berhati-hati dan hanya merujuk pada informasi resmi dari pihak PLTA maupun instansi terkait," tutupnya. (Mail Has)