SEBALIK.COM, INHIL — Kebakaran besar akibat kebocoran pipa gas milik PT Transgasindo (PT TGI) menggegerkan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat sore (2/1/2026). Insiden tersebut memicu kobaran api hebat yang berdampak pada permukiman warga, lahan perkebunan, serta sempat melumpuhkan jalur lintas timur Sumatra.
Sebagai bentuk respons cepat, Kapolda Riau melalui Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M. turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Sabtu (3/1/2026). Kunjungan tersebut didampingi Kapolres Indragiri Hilir, jajaran Pemerintah Kabupaten Inhil, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Camat Kemuning, Kepala Desa Batu Ampar, serta unsur terkait lainnya.
Selain meninjau titik kebakaran, rombongan Polda Riau juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak yang saat ini mengungsi di posko darurat sekitar lokasi kejadian.
Kombes Pol Ino Harianto menjelaskan bahwa kebocoran pipa gas tersebut berasal dari jalur hulu pipa PT TGI yang berada di wilayah Sumatra Selatan. Ledakan awal menyebabkan kebakaran dengan radius panas mencapai hampir 300 meter dari titik kejadian.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan langkah cepat dengan mengevakuasi warga serta memberikan imbauan agar masyarakat menjauhi lokasi demi keselamatan,” jelasnya.
Untuk mencegah jatuhnya korban, aparat kepolisian juga melakukan penutupan sementara jalur lintas timur yang menghubungkan Provinsi Riau dan Jambi.
“Karena ini merupakan jalur utama antarprovinsi, kami terpaksa menutup sementara akses jalan hingga situasi benar-benar aman,” tambahnya.
Polda Riau juga segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan guna melakukan pemutusan aliran gas secara teknis agar api dapat dikendalikan. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana api mulai mereda sekitar pukul 19.30 WIB dan lalu lintas berangsur dibuka kembali. Api akhirnya dinyatakan padam total pada pukul 05.41 WIB.
Pasca kejadian, Polda Riau bersama Polres Indragiri Hilir langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebocoran pipa gas. Garis polisi telah dipasang di lokasi, olah tempat kejadian perkara dilakukan, serta tim Laboratorium Forensik Polda Riau diterjunkan guna mendukung penyelidikan teknis.
“Saat ini proses penyelidikan masih berjalan. Kami akan memastikan penyebab kejadian ini terungkap secara menyeluruh,” tegas Kombes Pol Ino Harianto.
Berdasarkan pendataan sementara, dua orang warga mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara kerugian material meliputi empat unit rumah terbakar habis, dua rumah rusak ringan, delapan sepeda motor terdampak, satu unit truk rusak berat, tiga kendaraan lainnya rusak ringan, serta lahan perkebunan sawit seluas sekitar empat hektare ikut terbakar.
Sebagai bentuk kepedulian pascabencana, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir membuka posko bantuan terpadu yang melibatkan unsur puskesmas, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melayani kebutuhan warga terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan bantuan maksimal. Polri akan selalu berada di tengah masyarakat, baik dalam bencana alam maupun nonalam,” pungkasnya. (*)