SEBALIK.COM, KAMPAR – Waduk Koto Panjang di Kampar, Riau, kembali menunjukkan permukaan air yang tinggi setelah beberapa hari curah hujan tinggi di wilayah hulu. Untuk menjaga keselamatan waduk dan masyarakat yang berada di hilir, manajemen PLTA Koto Panjang melakukan langkah antisipatif dengan melepas sebagian air melalui turbin dan pintu pelimpah.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur early release, yang diterapkan ketika elevasi air waduk melebihi batas normal operasi tahunan. Keputusan pelepasan air juga mempertimbangkan kapasitas pembangkit listrik yang saat ini terbatas.
Dalam kondisi normal, waduk dapat mengalirkan air lebih besar melalui tiga unit pembangkit, namun saat ini hanya dua unit yang beroperasi. Kondisi ini membuat pelepasan tambahan melalui pintu pelimpah menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan aliran dan mencegah risiko meluap.
Manajemen PLTA menegaskan bahwa keputusan ini bukan diambil secara tiba-tiba. Sebelumnya, tim koordinasi bendungan melakukan pemantauan intensif, mempertimbangkan prediksi curah hujan, kondisi inflow, dan kapasitas outflow waduk.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa walau inflow mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, debit air yang masuk masih cukup tinggi untuk mempengaruhi elevasi waduk dalam waktu singkat.
Dengan dibukanya pintu pelimpah, manajemen memastikan air dapat mengalir dengan lebih stabil, sementara operasi pembangkit tetap berjalan untuk menghasilkan listrik. Pemantauan waduk dan Sungai Kampar dilakukan secara kontinu untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran operasi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah hilir waduk diimbau untuk tetap waspada. Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di sungai atau area yang berpotensi terdampak aliran air, serta selalu mengikuti informasi resmi dari PLTA dan instansi terkait. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini dilakukan semata-mata untuk keselamatan bersama dan menjaga stabilitas waduk.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat di musim hujan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar sungai dan waduk. Dengan koordinasi yang baik antara PLTA, tim pengawas bendungan, dan masyarakat, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan. (*)