SEBALIK.COM, TEMBILAHAN – Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, mengajak siswa untuk saling menghargai dan menumbuhkan sikap empati sebagai upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.
Hal tersebut disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam Sosialisasi Anti Kekerasan dan Perundungan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Tembilahan, Senin (9/2/2026) pagi.
Kedatangan Bunda PAUD Inhil yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan P3A Inhil Muammar Ghaddafi, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Inhil Marisa Mona, serta pihak terkait lainnya, disambut antusias oleh keluarga besar SDN 004 Tembilahan.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan siswi berprestasi Azima Putri Anandita, peraih gelar 1st Runner Up Mini Miss Grand Model Indonesia 2025. Pada kesempatan tersebut, Azima menampilkan bakat modeling dan menerima penghargaan dari Bunda PAUD Inhil bersama Kepala Sekolah.
Bunda PAUD Inhil menilai, banyaknya potensi dan bakat anak daerah harus diimbangi dengan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman agar anak dapat berkembang secara optimal.
“Salah satu kunci agar anak bisa sukses dan berprestasi adalah menjadikan sekolah sebagai ruang aman, tempat anak merasa dihargai, didukung, dan bebas mengekspresikan bakat terbaiknya,” ujar Katerina Susanti dalam paparannya.
Ia juga menekankan pentingnya membentuk karakter anak sejak dini agar tidak menjadi pelaku perundungan. Menurutnya, sikap saling menghormati harus ditanamkan secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah.
“Apa yang anak-anak lakukan hari ini akan ada balasannya di kemudian hari. Maka tanamlah perbuatan baik sejak dini. Jangan saling mengejek, jangan mengganggu teman, dan jangan berkelahi. Mari kita jadikan sekolah ini ruang yang aman dan nyaman untuk semua,” pesannya kepada para siswa.
Sementara itu, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Inhil, Marisa Mona, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak terlepas dari peran aktif orang tua dalam pengawasan dan pendampingan.
“Orang tua harus menjadi pendengar yang baik agar anak merasa aman untuk bercerita. Ajarkan empati, berikan teladan positif di rumah, dan awasi penggunaan gawai agar anak dapat menerapkan sikap baik tersebut di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, guna memperdalam pemahaman siswa sekaligus melatih keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat. (*)