Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Fokus pada 9 Pelanggaran Prioritas

Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Fokus pada 9 Pelanggaran Prioritas
Polda Riau bersama TNI dan Dinas Perhubungan akan menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026 selama 14 hari ke depan

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Polda Riau bersama TNI dan Dinas Perhubungan akan menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026 selama 14 hari ke depan. Operasi ini resmi dimulai dengan apel bersama di Mapolda Riau pada Senin (2/2) dan melibatkan 1.126 personel gabungan dari Polda, Polres, TNI, dan Dishub.

Tema operasi tahun ini adalah “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat 2026”. Wakapolda Riau menekankan pentingnya mengelola keselamatan lalu lintas secara sistematis, melibatkan masyarakat, dan menurunkan angka kecelakaan yang sebagian besar disebabkan oleh human error, seperti perilaku berkendara yang berisiko dan rendahnya disiplin.

“Operasi Keselamatan Lancang Kuning merupakan langkah awal atau early warning sebelum Operasi Ketupat 2026, dengan tujuan menekan pelanggaran dan kecelakaan, termasuk fatalitas korban,” ujar Wakapolda. Ia juga menekankan bahwa penindakan dilakukan secara humanis, mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan prioritas penegakan hukum berbasis ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyebutkan ada 9 pelanggaran prioritas yang menjadi fokus operasi, antara lain:

1. Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi
2. Modifikasi kendaraan truk tidak sesuai standar pabrikan
3. Travel ilegal
4. Kendaraan dengan TNKB tidak sesuai ketentuan
5. Angkutan barang yang membawa penumpang
6. Kendaraan tidak laik jalan
7. Pengendara sepeda motor tanpa helm
8. Berboncengan lebih dari satu orang
10. Parkir di bahu jalan, khususnya di kawasan wisata

Selain penindakan, operasi ini juga menekankan upaya preemtif dan preventif, termasuk edukasi masyarakat, pemasangan spanduk di sekolah, pemeriksaan kelayakan kendaraan, serta pemeriksaan pengemudi yang diduga mengonsumsi alkohol atau narkoba.

“Kami berharap operasi ini dapat menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa jalan raya adalah ruang publik yang menjadi tanggung jawab bersama,” tutup Kombes Jeki. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index