SEBALIK.COM, PEKANBARU – Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai resmi memiliki Padepokan Pencak Silat Militer (PSM) sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kemampuan bela diri prajurit TNI AD. Peresmian dilakukan langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, di Lapangan Pancasila, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Jumat (30/1/2026) sore.
Peresmian padepokan tersebut dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Latihan Kader dan Keterampilan (Latkadertih) Pencak Silat Militer tersebar Kodam XIX/TT Tahun Anggaran 2026. Acara berlangsung khidmat, tertib, dan dihadiri sejumlah pejabat utama TNI AD serta unsur terkait.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasdam XIX/TT Brigjen TNI Rudi Hermawan, Kapok Sahli Kodam XIX/TT Brigjen TNI M. Yahya, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Ketua Umum KONI Provinsi Riau, Ketua IPSI Provinsi Riau, serta para peserta Latkadertih Pencak Silat Militer Kodam XIX/TT.
Peresmian padepokan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pangdam XIX/TT. Usai peresmian, Pangdam beserta rombongan meninjau langsung fasilitas padepokan yang akan difungsikan sebagai pusat pembinaan pencak silat militer di lingkungan Kodam XIX/TT.
Dalam amanatnya, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Latkadertih dan peresmian padepokan dalam keadaan aman dan lancar. Ia menegaskan bahwa pencak silat militer memiliki peran strategis dalam membentuk prajurit yang tangguh secara fisik, matang secara mental, disiplin, serta berkarakter sebagai prajurit pejuang.
“Pencak silat militer bukan hanya keterampilan bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas,” tegas Pangdam.
Pangdam juga memberikan apresiasi kepada para pelatih, instruktur, dan seluruh peserta yang telah mengikuti latihan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa keberadaan Padepokan Pencak Silat Militer ini diharapkan menjadi pusat pembinaan, pelestarian, dan pengembangan pencak silat militer, sekaligus wujud komitmen Kodam XIX/TT dalam menjaga warisan budaya bangsa yang diadaptasi dalam sistem pembinaan TNI AD.
“Manfaatkan padepokan ini secara optimal, tidak hanya sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat kebersamaan, soliditas, dan semangat juang prajurit,” pesan Pangdam.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan demonstrasi pencak silat militer oleh para peserta Latkadertih. Seluruh acara berakhir pada pukul 17.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (*)