SEBALIK.COM, PEKANBARU - Seiring habisnya masa berlaku Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sabtu (31/1/2026) besok, fokus Pemprov Riau kini bergeser pada antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyatakan bahwa transisi ini dipicu oleh mulai masuknya musim kemarau.
"Status darurat banjir berakhir akhir bulan ini. Bersamaan dengan peralihan cuaca, ancaman Karhutla kini menjadi prioritas utama yang harus kita antisipasi," tegas Edy, Jumat (30/1/2026).
Sebagai langkah awal, Pemprov Riau kini menunggu langkah cepat dari pemerintah kabupaten/kota untuk menetapkan status serupa.
Menurut Edy, penetapan status siaga di tingkat provinsi akan segera dilakukan jika daerah-daerah yang rawan titik api sudah lebih dulu menetapkannya.
Selain penguatan regulasi, BPBD juga menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk memperketat patroli lapangan dan terus memantau pergerakan cuaca melalui koordinasi intensif dengan BMKG. (Mail Has)