34.653 Mahasiswa Terima KIP-Kuliah dari Kemenag di 2026

34.653 Mahasiswa Terima KIP-Kuliah dari Kemenag di 2026
Tahun 2026 sebanyak 34.653 mahasiswa menerima bantuan KIP-Kuliah

SEBALIK.COM, PALEMBANG — Jumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) terus meningkat. Data Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, pada 2026 sebanyak 34.653 mahasiswa menerima bantuan KIP-Kuliah, meningkat signifikan dibanding 2025 yang berjumlah 27.086 mahasiswa.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, saat menghadiri Pertemuan Orang Tua Wali dan Mahasiswa KIP-Kuliah di UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (22/1/2026).

Menurut Ruchman, sejak 2025 pengelolaan KIP-Kuliah yang sebelumnya berada di unit Eselon I Kemenag kini dialihkan ke Puspenma Setjen. Puspenma juga mengelola Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan.

“Kegiatan pembinaan mahasiswa KIP-Kuliah yang mempertemukan orang tua wali dengan perguruan tinggi ini penting untuk membangun komunikasi yang baik. Apalagi mahasiswa penerima KIP-Kuliah juga merupakan mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah,” ujar Ruchman.

Ruchman menekankan peran strategis Ma’had Al-Jami’ah dalam memperkuat karakter mahasiswa, meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderasi, inklusif, dan toleran, serta membentuk mahasiswa yang berkarakter, bermoral, dan berakhlak.

“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tidak kalah penting adalah terciptanya profil mahasiswa yang berkarakter. Kami titipkan ini kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jami’ah,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Palembang, Munir, menambahkan, mahasiswa penerima KIP-Kuliah diharapkan dapat mengembangkan perilaku mulia, hidup sederhana, dan memegang etika relasi dosen-mahasiswa. “Mahasiswa tidak boleh berprasangka buruk kepada dosen, karena akan mengurangi manfaat ilmu yang diperoleh,” tegas Munir.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.A, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa penerima KIP-Kuliah beserta orang tua mereka dengan pengelola Ma’had Al-Jami’ah, sehingga proses pembinaan karakter dan akademik dapat berjalan sinergis.

Pada 2025, UIN Palembang merekrut sekitar 400 mahasiswa penerima KIP-Kuliah dari berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan wilayah lainnya. Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun memiliki potensi akademik tinggi, agar menjadi agen pembangunan bagi bangsa.

Ruchman Basori menutup arahannya dengan menekankan, “Ma’had Al-Jami’ah adalah kawah candradimuka untuk menggembeleng intelektual dan karakter calon cendekiawan, sehingga mereka siap menjawab tantangan masa depan Indonesia.” (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index