Viral Pria Poligami Nikahi Sahabat Istri, Kisah Keikhlasan Istri Pertama Jadi Sorotan

Viral Pria Poligami Nikahi Sahabat Istri, Kisah Keikhlasan Istri Pertama Jadi Sorotan
Muhammad Azizi Zakaria Foto: Facebook Muhammad Azizi Zakaria

SEBALIK.COM – Poligami bukan lagi hal asing di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia, namun kisah seorang pria bernama Muhammad Azizi Zakaria berhasil menarik perhatian publik karena dinamika unik dalam pernikahannya.

Azizi, yang telah memiliki istri pertama bernama Shuhadah Jaafar, memutuskan untuk menikahi seorang wanita yang sebelumnya adalah sahabat dekat istrinya sendiri, yaitu Nor Azura. Keputusan dan keikhlasan para pihak yang terlibat pun memicu perbincangan hangat di media sosial, bahkan menjadi viral di Malaysia.

Pernikahan kedua ini diketahui berlangsung dengan kehadiran Shuhadah, istri pertama, yang terlihat menemani suami serta sahabatnya dengan sikap yang tampak ikhlas.

Kepada media, Shuhadah mengaku bahwa awalnya dirinya patah hati ketika mengetahui suaminya jatuh cinta pada Nor Azura dan berniat menikahinya. Ia menyadari bahwa hampir semua orang akan sulit menerima kenyataan semacam itu.

“Istri mana yang mau ada di dalam pernikahan poligami?” ungkapnya kepada media Malaysia 8days, menggambarkan beratnya perasaan yang ia rasakan pada awalnya.

Shuhadah menceritakan bahwa pertama kali bertemu Nor Azura adalah saat wanita tersebut memesan pakaian di butiknya. Sejak itu, mereka beberapa kali hadir dalam acara yang sama, menjalin interaksi sebagai teman.

Namun, seiring berjalannya waktu, Azizi mulai menaruh hati pada Azura. Ketika ia mengungkapkan niatnya untuk menikahi Nor Azura, Shuhadah memilih untuk merenungkan keputusan tersebut dengan matang.

Ia akhirnya memutuskan menerima pernikahan tersebut karena meyakini niat suaminya tidak semata didorong oleh nafsu, melainkan juga pertimbangan keluarga dan karier.

Selain itu, Shuhadah merasa simpati kepada Nor Azura, yang menurut pengakuannya memiliki pengalaman hidup yang sulit di masa lalu. Ia menekankan bahwa kisah ini ia bagikan di media sosial bukan untuk mencari perhatian, tetapi untuk menghindari spekulasi dan kesalahpahaman.

Shuhadah ingin menjadi pengingat bagi para pria yang ingin memiliki lebih dari satu istri agar selalu bersikap jujur terhadap istri pertama, bukan menikah secara diam-diam. Keputusan Shuhadah untuk menerima Azura sebagai istri kedua muncul dari keterbukaan suaminya dan niatnya untuk meresmikan hubungan itu secara hukum.

Meski awalnya berat, Shuhadah bertekad menjaga hubungan baik dengan Azura. Ia berharap kerja sama antara mereka berdua dapat memastikan bahwa Azizi memperlakukan kedua istrinya dan anak-anak mereka secara adil.

Shuhadah juga meminta publik untuk tidak menghakimi atau melabeli Azura sebagai “perusak rumah tangga”, karena seluruh proses terjadi atas kesepakatan dan transparansi.

Sementara itu, Azizi mengakui bahwa perasaannya terhadap Nor Azura muncul secara tak terduga. Ia sempat mencoba menjauhkan diri, namun akhirnya menyadari bahwa hatinya telah terikat. Untuk menghindari konflik dan konsekuensi negatif, Azizi memilih untuk jujur kepada Shuhadah dan mengikuti prosedur resmi sebelum menikahi Azura.

Menurutnya, pernikahan itu bukan dilatarbelakangi oleh nafsu semata, tetapi juga oleh keinginan untuk memberikan perlindungan dan bimbingan bagi istri keduanya. Ia dan Azura bahkan menjalankan bisnis bersama, sehingga hubungan mereka juga terkait urusan pekerjaan dan kesejahteraan bersama.

Kini, hubungan ketiganya dilaporkan tetap harmonis. Shuhadah dan Nor Azura disebut masih menjalin komunikasi baik, saling mendukung, dan memastikan Azizi memperlakukan seluruh anggota keluarganya dengan adil.

Kisah ini, meski kontroversial, menjadi sorotan karena menampilkan sisi lain dari poligami—bukan hanya konflik dan kecemburuan, tetapi juga keikhlasan, transparansi, dan upaya menjaga keharmonisan keluarga.

Fenomena ini menjadi perbincangan di media sosial, di mana banyak netizen terkejut sekaligus kagum atas kesabaran dan penerimaan Shuhadah. Kisah ini juga menjadi pelajaran sosial tentang pentingnya komunikasi, keterbukaan, dan kejujuran dalam menjalani hubungan, terutama yang melibatkan poligami. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index