Puluhan Siswa SMKN 1 Kandis Diduga Keracunan Menu 'Ayam Kalio' MBG, Ini Penjelasan Pihak Yayasan

Puluhan Siswa SMKN 1 Kandis Diduga Keracunan Menu 'Ayam Kalio' MBG, Ini Penjelasan Pihak Yayasan
Tangkapan layar video saat siswa mendapatkan tindakan perawatan

SEBALIK.COM, PEKANBARU - Selasa (13/1/2026) puluhan siswa SMKN 1 Kandis (SMK Chevron) diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi pada Senin (13/01/2026). Sejumlah siswa pun sempat mendapatkan perawatan di klinik terdekat .

Ketua Yayasan Tuah Karya Bersama, Yusriyal saat dikonfirmasi terkait peristiwa menjelaskan bahwa kejadian itu benar adanya dan pihak yayasan siap bertanggungjawab kalau memang apa yang dialami puluhan siswa tersebut disebabkan oleh menu MBG yang yang mereka makan.

"Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan hasil resmi pemeriksaan sampel MBG yang diambil pihak terkait, namun yang pasti kami dari Yayasan siap bertanggungjawab dan menanggung risiko apapun nanti hasilnya," tegasnya, Kamis (15/1/20206).

Dia pun menceritakan kronologi kejadian di mana pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB pihak sekolah mengirim pesan melalui Whatsapp menginformasikan bahwa ada beberapa siswa di SMKN 1 mengalami diare.

Begitu mendapat informasi tersebut Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Ahli Gizi & Asisten Lapangan langsung mendatangi sekolah merespon keluhan dari sekolah.

"Setelah sampai di sekolah ada beberapa siswa yang mengalami diare. Lalu pihak SPPG membawa beberapa siswa ke klinik terdekat sisanya ditangani di sekolah dengan membawa tenaga medis. Sejumlah 21 Orang Siswa yang ditangani dalam bentuk tindakan pemberian infus," jelasnya.

Terkait dengan menu yang diduga sebagai penyebab, Yusrizal bercerita kalau pada Ahad (11/1/2026), SPPG menerima bahan baku sebagaimana biasanya untuk persiapan distribusi MBG untuk Senin.

Nah, pada saat senin pagi saat proses masak menu ayam kalio diketahui ada bumbu pelengkap yang kondisinya kurang baik, Ahli Gizi mengintruksikan bumbu tersebut jangan digunakan agar diganti dengan Bumbu yang baru. Proses selesai Kemudian dilakukan pemekingan dan langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah pada Pukul 08.00 WIB.

Adapun sekolah yang menerima menu MBG tersebut yaitu, TK Negeri Pembina Kandis, RA Baiturrahman, SDN 01 Telaga Sam-Sam, SDN 24 Telaga Sam–Sam dan SMP Muhammadiyah.

Lalu, untuk pengantaran makan siang ternyata bumbu yang kurang baik tadi oleh tim masak ternyata tetap digunakan dengan menggunakan campuran baking powder dengan asumsi supaya santan atau bahan bumbu tidak terasa Asam. Proses masak dan distribusi berjalan lancar. Kemudian hasil masakan yang diolah didistribusikan pada Pukul 10.30 ke sekolah.

Adapun sekolah yang menerima yaitu, SD Al-Fatih, SMP Negeri 1 Kandis, SMK Plus Insan Cendikia, SMK Baiturhman, Posyandu Mekar Sari, SMK Negeri 1 Kandis, Posyandu Kasih ibu dan Posyandu Melati.

"Sampai pada Pukul 17.00 Senin itu tanggal 12 tidak ada satupun pihak sekolah atau pihak orang tua murid menyampaikan keluhan terkait makanan yang dikonsumsi pada siang hari Senin. Baru pada hari selasa Tanggal 13 Pukul 09.20  Pihak SMKN 1 menghubungi tim SPPG menyampaikan keluhan ada siswa yang mengalami diare," terangnya. 
 
Lalu Aslap, ahli gizi dan Kepala SPPG langsung mendatangi sekolah untuk merespon keluhan di lapangan. Setelah sampai di sekolah guru mengumpulkan siswa yang terindikasi yang mengalami diare, pihak dapur langsung menanggapi keluhan dengan membawa beberapa siswa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama medis.

Siswa yang ditangani sebanyak 21 siswa untuk diinfus di klinik. Dari salah satu siswa yang kena diare ternyata sedang berpuasa dan tidak memakan menu MBG di hari senin 12 Januari 2026 tersebut.

Pasca kejadian tersebut, dimabil keputusan untuk menghentikan pelayanan MBG untuk sementara waktu dan dilakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sementara itu, Lisa Wahari Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Gunapril Simbolon Korwil MBG Kandis dan pihak SMKN 1 Kandis yang dihubungi tak memberikan respon sama sekali, pesan WA dan telepon tak ditanggapi. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index