Menag Tegaskan Persatuan Bangsa Jangan Dirusak Adu Domba Berkedok Agama

Menag Tegaskan Persatuan Bangsa Jangan Dirusak Adu Domba Berkedok Agama
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar

SEBALIK.COM, JAKARTA - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah kemajemukan Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Villa Nirwana Buton, Kota Baubau, Kamis (8/1/2026).

Dalam arahannya, Menag mengingatkan agar perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, maupun praktik ritual tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan apalagi memecah belah umat. Menurutnya, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini tidak pernah runtuh karena perbedaan, tetapi berpotensi hancur jika masyarakatnya diadu domba atas nama agama.

“Perbedaan adalah keniscayaan. Yang berbahaya bukan perbedaannya, melainkan ketika perbedaan itu dimanfaatkan untuk saling menyesatkan dan memecah persatuan,” tegas Menag.

Menag menjelaskan bahwa perkembangan pemikiran dan pendekatan keagamaan di era keterbukaan menuntut sikap bijaksana dari seluruh umat beragama. Tanpa kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, keberagaman yang seharusnya menjadi kekuatan justru dapat berubah menjadi sumber konflik.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling plural di dunia, dengan ribuan pulau, etnik, bahasa, serta latar belakang budaya dan agama. Keragaman tersebut, kata Menag, harus dikelola dengan baik agar menjadi modal sosial yang memperkuat persatuan nasional.

“Komitmen keagamaan harus berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil kehidupan berbangsa, bukan menjadi pemicu perpecahan. Keamanan, kerukunan, dan stabilitas adalah fondasi utama pembangunan,” ujarnya.

Rakerwil Kemenag Sulawesi Tenggara Tahun 2026 dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Mansur, serta jajaran pejabat pusat dan daerah Kementerian Agama.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Buton serta peluncuran program Kota Wakaf. Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, Mansur, menyampaikan bahwa Rakerwil dirancang untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat implementasi program strategis Kementerian Agama di daerah.

Selain mendukung program ekoteologi yang dicanangkan Menteri Agama, Kemenag Sultra juga menginisiasi penerjemahan Al-Qur’an beraksara Wolio atau Buton sebagai upaya pelestarian warisan keagamaan dan budaya lokal. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index