Kemenag Peringati HAB ke-80 Secara Sederhana, Dana Dialihkan untuk Bantu Korban Bencana

Kemenag Peringati HAB ke-80 Secara Sederhana, Dana Dialihkan untuk Bantu Korban Bencana
Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag

SEBALIK.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 secara sederhana dengan menggelar tasyakuran di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa kesederhanaan peringatan HAB ke-80 merupakan bentuk solidaritas Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dana kegiatan peringatan dialihkan untuk memperkuat bantuan kemanusiaan.

“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini kami laksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Dana yang tersedia kami fokuskan untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan, di balik kesederhanaan tersebut terdapat hikmah besar. Sejumlah program Kementerian Agama yang sempat tertunda pencairan anggarannya mendapat izin relokasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk bantuan kemanusiaan.

“Dari situ kami bisa mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan bagi masyarakat terdampak. Ke depan, kami berharap Kementerian Agama semakin mampu mencerahkan kehidupan umat dan bangsa,” katanya.

Bantuan kemanusiaan tersebut bersumber dari APBN Kementerian Agama serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan berbagai lembaga di bawah koordinasi Kemenag, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.

Hingga saat ini, Kementerian Agama telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,47 miliar dari APBN. Selain itu, terdapat bantuan Kemenag Peduli yang berasal dari donasi ASN dan masyarakat, serta dukungan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz. Total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar.

Menag menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk genangan air, kondisi tanah, dan infrastruktur yang sempat terputus akibat bencana.

“Alhamdulillah, sebagian besar jembatan sudah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Dana bantuan tersebut ditargetkan untuk pemulihan 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, bantuan bagi 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, serta 112.964 siswa madrasah. Hingga kini, 935 masjid telah dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an tersalurkan, dan 435 madrasah kembali siap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

Selain itu, berbagai bantuan pendukung juga telah disalurkan, antara lain 5.886 paket sarana pembelajaran, 6.410 paket alat kebersihan, serta 792 paket peralatan darurat.

Menag juga mengapresiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80 dan berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah.

“Kegiatan ini sangat membantu, terutama saat stok darah di PMI dan rumah sakit sering menipis, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.

Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mensyukuri perjalanan delapan dekade Kemenag sekaligus menjadikannya momentum penguatan pengabdian.

“Capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sepanjang sejarah RI, patut disyukuri. Namun setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.

Tasyakuran HAB ke-80 turut dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan dan pejabat Kementerian Agama, tokoh lintas agama, serta seluruh jajaran pegawai Kemenag, yang menambah kekhidmatan acara. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index