SEBALIK.COM, SIAK - Bupati Siak, Afni Z, langsung turun ke lapangan meninjau kondisi dermaga pelabuhan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk , Senin (5/1/2026) sore.
Meski kerusakan infrastruktur terlihat cukup berat, Bupati Afni menyatakan rasa syukurnya karena tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, ia menekankan bahwa dampak ekonomi terhadap masyarakat harus menjadi prioritas.
Dalam keterangannya, Bupati Afni Z mengungkapkan bahwa ambruknya dermaga ini merupakan buntut dari kelalaian panjang. Berdasarkan laporan Kepala KSOP, kerusakan dipicu oleh kurangnya pemeliharaan selama bertahun-tahun saat pelabuhan masih disewakan kepada BUMD PT Samudera Siak (SS).
"Ini adalah bahan evaluasi besar kami sejak mulai menjabat pada 4 Juni 2025. Terlepasnya pengelolaan dari daerah ke pusat (Kemenhub) pada akhir 2024 lalu adalah alarm keras bagi kami," ujar Afni, Senin (5/1/2026) malam.
Sebagai bentuk komitmen dalam menyelamatkan aset daerah, Bupati Afni telah mengambil langkah berani melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada 5 Agustus 2025. Para pemegang saham (PT SPS dan PT SPE) secara resmi telah memberhentikan jajaran Direksi dan Komisaris PT SS yang lama secara tidak hormat.
"Keputusan tegas ini diambil karena kinerja buruk jajaran lama yang kami nilai lalai dalam menjaga potensi strategis daerah. Kita tidak boleh membiarkan aset penting rakyat hancur karena manajemen yang tidak kompeten," tegas Afni.
Saat ini, dengan jajaran pengurus BUMD yang baru, Bupati Afni bersama legislatif sedang berupaya keras meyakinkan Kementerian Perhubungan agar izin pengelolaan pelabuhan KITB dapat kembali ke tangan daerah.
"Ini bukan kerja yang mudah, apalagi setelah adanya insiden fisik hari ini. Namun dengan dukungan semua pihak, insyaAllah BUMD Siak akan kembali dipercaya mengelola aset strategis ini demi kemakmuran masyarakat," tutupnya. (Mail Has)