Pemkab Pelalawan Segera Lantik PPPK Seleksi Tahun 2024, Sekda: Akan Ada Pakta Integritas

Pemkab Pelalawan Segera Lantik PPPK Seleksi Tahun 2024, Sekda: Akan Ada Pakta Integritas
Ilustrasi PPPK

SEBALIK.COM , PELALAWAN - Pemkab Pelalawan menjadwalkan pengangkatan dan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) rekrutmen 2024.

Sekdakab Pelalawan, Tengku Zulfan mengatakan, nasib PPPK tahun 2024 yang dinyatakan lolos seleksi telah dipertimbangkan sejak beberapa bulan lalu.

Namun belum bisa dipastikan lantaran defisit anggaran yang terjadi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dan pengurangan pendapatan tahun 2026.

"Insha Allah, sudah ada solusinya. Pak Bupati sudah setuju dengan konsep yang dibuat TAPD terkait PPPK penuh waktu ini," ujar Tengku Zulfan, Ahad (30/11/2025).

Tengku Zulfan memastikan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan digelar Bulan Desember ini.

Namun waktu yang tepat masih dicari dan akan segera diumumkan oleh Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan.

"Artinya tidak lewat tahun ini. Jadi tahun depan status mereka sudah ASN PPPK penuh waktu," tutur Tengku Zulfan.

Pemkab Pelalawan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) merumuskan penganggaran bagi PPPK yang akan dikukuhkan ini.

Alokasi telah dirumuskan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026.

Namun ada pakta integritas yang harus diteken oleh para PPPK yang dilantik terkait kemampuan keuangan daerah dalam memberikan hak-hak mereka sebagai ASN.

"Mereka kita berikan surat pernyataan agar tidak menuntut pemda apabila dievaluasi atau dikurangi hak-haknya dari yang seharusnya, akibat ruang fiskal daerah yang sempit," sebut Zulfan.

Ia yakin para PPPK akan menerima kondisi itu hingga keuangan daerah bisa pulih kembali dan hak-hak mereka dibayarkan sepenuhnya.

Kepala BKPSDM Pelalawan, Darlis merincikan, PPPK rekrutmen tahun 2024 sebanyak 264 orang dari 275 formasi yang dibutuhkan. Ada 11 formasi yang kosong atau tidak ada peminat sampai akhir pendaftaran.

"Ada tiga jenis formasi besar yakni tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Semuanya dari tenaga honorer yang ada di OPD," katanya. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index