SEBALIK.COM, BAGANSIAPIAPI — Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Sekda Rohil), Fauzi Efrizal, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Fungsional Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.
Prosesi pelantikan digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Rohil, Jalan Lintas Pesisir Batu Enam, Bagansiapiapi, Jumat (7/11/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pemerintahan Azuar, Asisten I Rahmatul Zamri, sejumlah pejabat fungsional dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Rohil, serta pejabat Kemenag Rohil, Suhaimi Hasyim.
Tiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah Aliyas Mandri, Wan Diah Ayu Agustina, dan Sandro Sandi Hidayatullah Riotallo. Ketiganya resmi diangkat dalam jabatan fungsional Pengelola PBJ Ahli Pertama.
Dalam sambutannya, Sekda Fauzi Efrizal menegaskan bahwa pelantikan ini memiliki arti penting dalam memastikan keberlangsungan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Sebelum kegiatan APBD dapat berjalan, keberadaan pejabat fungsional PBJ ini sangat penting. Mereka memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, jabatan fungsional PBJ bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah besar yang menuntut integritas dan profesionalitas tinggi.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial. Ini adalah tanggung jawab besar. Saya berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar bekerja sesuai regulasi, profesional, dan tidak mengambil langkah yang berisiko hukum,” tegasnya.
Sekda juga mengingatkan agar seluruh pejabat PBJ menghindari praktik yang menyimpang serta memperkuat koordinasi dengan pimpinan dalam setiap proses pengadaan.
“Hati-hati dalam menjalankan tugas. Jika ada pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi, sampaikan sesuai aturan. Jangan tergoda oleh kepentingan sesaat karena konsekuensi hukumnya berat,” pesannya.
Lebih lanjut, Fauzi menyampaikan harapan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir agar pejabat fungsional PBJ menjadi bagian dari perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Mari kita lakukan perubahan nyata, tinggalkan kebiasaan lama yang berpotensi menimbulkan masalah hukum. Jalankan komunikasi yang baik dan dukung penuh visi misi kepala daerah,” tutupnya.
Acara pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama seluruh pejabat yang hadir. (*)