SEBALIK.COM, PEKANBARU — Sebanyak 570 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai mengikuti Penilaian Potensi dan Kompetensi melalui Program Profiling ASN (ProASN) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Program ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penerapan Manajemen Talenta ASN, sesuai amanat nasional.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN serta Surat Keputusan Kepala BKN Nomor 411 Tahun 2025.
Mewakili Wali Kota Dumai, Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis Pemko Dumai dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja.
“Kehadiran 570 pejabat — mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, hingga Pengawas — menunjukkan komitmen kolektif Pemko Dumai untuk memetakan, mengembangkan, dan menyiapkan calon pemimpin birokrasi masa depan yang kompeten dan adaptif,” ujar Fahmi Rizal, Kamis (6/11/2025).
Penilaian potensi dan kompetensi ini dilaksanakan di Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, sebagai tindak lanjut dari Nota Dinas Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN tertanggal 31 Oktober 2025 tentang penjadwalan dan pendaftaran peserta.
Proses evaluasi menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dengan empat dimensi utama, yaitu: Kompetensi manajerial, Kompetensi sosial-kultural, Literasi digital, dan Emerging skills (keterampilan baru yang dibutuhkan di era digital).
“Hasil dari penilaian ini akan menjadi dasar bagi pemetaan talenta ASN, pengembangan kapasitas individu, serta perencanaan suksesi kepemimpinan di lingkungan Pemko Dumai,” jelas Sekda Dumai.
Lebih lanjut, Fahmi mengungkapkan bahwa hasil reviu bersama tim BKN Pusat dan Regional XII sebelumnya telah menemukan sejumlah pejabat dengan potensi pengembangan yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, ProASN diharapkan dapat menjadi alat refleksi dan pengembangan diri bagi seluruh ASN.
“ProASN bukan sekadar alat penilaian, tetapi sarana refleksi dan pembelajaran. Data objektif yang dihasilkan akan membantu kami merancang intervensi pengembangan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan seluruh pejabat dalam program ini merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya kerja berbasis merit system, kinerja, dan kompetensi yang terukur.
“Kami meyakini bahwa ASN yang unggul akan melahirkan pelayanan publik yang unggul pula. Pengembangan talenta ASN adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Dumai Kota Idaman,” tutup Fahmi Rizal. (*)