Sempat Lolos OTT, Bupati dan Sekda Kuansing Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:16:50 WIB
Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi

SEBALIK.COM, JAKARTA - Drama pelarian Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah, Zulkarnain berakhir. Setelah sempat menghilang dan lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dua pucuk pimpinan Kabupaten Kuansing, Riau, tersebut akhirnya memilih menyerahkan diri pada Selasa (30/6/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kabar miring yang sempat simpang siur tersebut.

"Benar, Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri," ujar Budi kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

Budi mengungkapkan bahwa setelah menyerahkan diri, Bupati dan Sekda Kuansing langsung dikawal ketat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Keduanya tiba di lembaga antirasuah tersebut pada pukul 21.17 WIB untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Ketika ditanya mengenai pemufakatan jahat yang menjerat kedua pejabat tersebut, Budi tidak menampik bahwa kasus ini berkaitan dengan praktik lancung di lingkungan birokrasi.

"Benar, terkait kasus jual beli jabatan," aku Budi singkat.

Kasus ini bermula dari operasi senyap yang dilancarkan tim penindak KPK di wilayah Kuansing, pada Senin (29/6/2026).

Dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan 10 orang yang diduga kuat terlibat dalam pusaran suap jual beli jabatan di Pemkab Kuansing.

Dari 10 orang yang diamankan, 5 di antaranya langsung diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan awal. Mereka terdiri dari, 3 orang pihak swasta. 1 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Kuansing dan 1 orang anggota keluarga dari penyelenggara negara.

Selain mengamankan para terduga pelaku, tim penyidik KPK juga menyita sejumlah barang bukti krusial di lapangan, termasuk Barang Bukti Elektronik (BBE) yang merekam transaksi keuangan panas, serta 1 unit mobil yang diduga kuat menjadi instrumen atau sarana penyerahan uang suap.

Namun, dalam OTT yang menegangkan tersebut, Suhardiman Amby dan Zulkarnain yang menjadi target utama justru berhasil lolos dari sergapan. Keberadaan mereka sempat misterius dan memicu tanda tanya publik, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengetuk sendiri pintu kantor KPK tadi malam.

Saat ini, status hukum kedua pejabat tersebut bersama para terduga lainnya masih didalami oleh tim penyidik KPK. (*)

Terkini