Bupati Siak Sambangi Mendes PDT Bahas Puluhan Kampung Masuk Kawasan Hutan

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:53:48 WIB
Bupati Siak Afni bertemu Menteri Desa di Jakarta.

SEBALIK.COM, JAKARTA - Langkah cepat diambil Bupati Siak, Afni Z, dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Kabupaten Siak. Dalam satu pertemuan penuh kehangatan, Afni menyambangi kediaman Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, Rabu (7/1/2026) malam.

Pertemuan ini menjadi istimewa karena kehadiran Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang merupakan istri dari Mendes PDT sekaligus sahabat karib Afni Z. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menciptakan suasana diskusi yang cair namun fokus pada target-target pembangunan desa di Siak.

Didampingi jajaran pejabat Pemkab Siak serta anggota DPRD Provinsi Riau dan Kabupaten Siak dari Fraksi PAN, Afni Z secara lantang menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini terhambat oleh aturan birokrasi dan status lahan.

Beberapa poin utama yang disampaikan kepada Menteri Yandri antara lain, kepastian lahan nasib puluhan kampung yang berada dalam kawasan konsesi (HTI, HGU, BMN, BUMN). Kemudian memohon bantuan melalui menteri agar presiden memberikan diskresi terkait batas 100 meter kanan-kiri jalan masuk BMN yang berdampak pada nasib ratusan ribu jiwa.

Pengadaan Ambulans Laut untuk desa-desa terpencil di wilayah Sungai Apit seperti Teluk Lanus dan Mungkal. Mengupayakan skema pinjam pakai lahan konsesi untuk mendukung program ketahanan pangan dan pasokan rantai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Serta meminta peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD) guna percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

"Kami kompak menyuarakan kepentingan rakyat. Masalah ini lintas kabupaten dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami butuh dukungan pusat untuk membuka sekat-sekat regulasi yang selama ini menghambat hak dasar masyarakat desa," ujar Afni Z, di akun Facebooknya, Kamis (8/1/2026).

Di sela-sela diskusi, suasana sempat mencair dengan tawa saat para tokoh ini mengenang masa-masa Pilkada lalu. Afni menekankan bahwa meskipun dulu sempat berbeda pilihan politik, kini saatnya semua pihak bersatu demi pembangunan.

"Dulu mungkin kami berseberangan jalan, namun begitu Pilkada usai, kami akhirnya bergandengan tangan. Kami sudah move on. Semoga yang masih belum, bisa segera menyusul demi Siak kita yang lebih baik," lanjutnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi jembatan emas bagi percepatan solusi atas konflik agraria dan peningkatan kesejahteraan di pelosok Kabupaten Siak. (Mail Has)

Terkini