Tragedi Banjir Bandang Sumatera, BNPB Rilis Korban Jiwa

Jumat, 28 November 2025 | 22:26:29 WIB
Salah satu dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatra

SEBALIK.COM, PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Hingga Jumat (28/11/2025) sore, sedikitnya 72 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung. Sejumlah daerah masih sulit mengirim laporan karena jaringan komunikasi terputus.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Namun memang ada wilayah yang belum dapat memberikan laporan lengkap akibat gangguan komunikasi,” ujar Abdul melalui kanal YouTube BNPB.

Kondisi Terbaru Tiap Provinsi

Aceh

Korban jiwa tercatat di dua kabupaten: Bener Meriah dan Gayo Lues.

• Bener Meriah: 5 meninggal, 9 hilang.
• Gayo Lues: 1 meninggal, 2 hilang.

Total korban jiwa di Aceh mencapai 6 orang, sementara 11 warga masih dicari.

Sumatera Utara (Sumut)

Sumut menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi dalam bencana ini.

• Tapanuli Tengah: 34 meninggal, 33 hilang
• Tapanuli Selatan: 13 meninggal, 3 hilang
• Pakpak Bharat: 1 meninggal
• Tapanuli Utara: 3 meninggal, 5 hilang
• Humbang Hasundutan: 4 meninggal

BNPB mencatat 55 korban meninggal di Sumut dari berbagai kabupaten tersebut.

Sumatera Barat (Sumbar)

Data sementara dari Wakil Gubernur Sumbar pada Kamis (27/11/2025) menunjukkan:

• Kota Padang: 4 meninggal
• Kabupaten Padang Pariaman: 5 meninggal

BNPB masih menunggu pembaruan dari daerah karena akses di sejumlah titik masih terputus.

Proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, BNPB, TNI, Polri, hingga Basarnas. Kendala medan dan terganggunya akses komunikasi membuat petugas bekerja lebih hati-hati.

“Pendataan, pencarian, dan evakuasi tidak akan dihentikan. Semua instansi terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan di lapangan,” tegas Abdul.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. (Maoelana)

Terkini