Antre Solar Berjam-jam, BAHU Prabowo Riau Desak Pertamina Copot Area Manager Communication Sumbagut

Antre Solar Berjam-jam, BAHU Prabowo Riau Desak Pertamina Copot Area Manager Communication Sumbagut
Wanton, SH MH MSi, ketua BAHU Prabowo Riau.

SEBALIK.COM , PEKANBARU - Lembaga Bantuan Hukum (BAHU) Prabowo Provinsi Riau meminta jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga mencopot Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Desakan itu dipicu kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar yang tak kunjung usai di Riau dan Sumut. 

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan di SPBU di Pekanbaru, Dumai, Siak, Pelalawan, hingga Medan masih mengular panjang 3-5 jam, bahkan ada sopir yang menginap.

"Jika tidak mampu mengatasi kelangkaan Bio Solar, copot saja Area Manager Communication Relation Sumbagut. Rakyat butuh solusi, bukan klarifikasi normatif setiap hari," tegas Wanton, SH MH MSi, ketua BAHU Prabowo Riau, Kamis (17/9/2026).

Wanton menilai fungsi komunikasi publik Pertamina Sumbagut gagal total. Pernyataan yang selalu menyebut stok aman dan pasokan ditambah 10-20 persen sangat bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.

"Jabatan Communication itu jembatan antara Pertamina dengan rakyat. Ketika rakyat antre berjam-jam, solar langka, logistik terganggu, petani dan nelayan menjerit, mana tanggung jawab komunikasinya? Ganti dengan orang yang mau turun ke lapangan dan merasakan penderitaan rakyat," kata advokat senior tersebut.

BAHU Prabowo menilai kelangkaan ini mencoreng program pro-rakyat Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan BBM subsidi tepat sasaran.

"Presiden Prabowo ingin rakyat kecil dimudahkan. Kalau di tingkat regional Sumbagut masih terjadi kelangkaan berkepanjangan, berarti manajemennya gagal. Jangan korbankan nama Presiden karena pejabat di daerah tidak becus," lanjut Wanton.

Ada tiga tuntutan BAHU Prabowo Riau terkait antre solar di SPBU.

1.  Mendesak Dirut Pertamina Patra Niaga mencopot Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut.

2.  Audit terbuka distribusi Bio Solar mulai dari Integrated Terminal Dumai dan Fuel Terminal Sei Siak hingga ke seluruh SPBU di Riau-Sumut.

3.  Transparansi data harian penyaluran Bio Solar per kabupaten/kota, agar tidak ada lagi alasan stok aman di atas kertas.

Wanton memastikan pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Kementerian BUMN, BPH Migas, dan Ombudsman RI Perwakilan Riau.

"Jika dalam 3x24 jam tidak ada tindakan nyata mengurai antrean, BAHU Prabowo Riau akan membuka posko pengaduan kelangkaan Bio Solar dan menggelar aksi damai di depan terminal BBM Pertamina," tutup Wanton. (Rls)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index