Sowan Kyai Sepuh Garut dan Tasikmalaya, Gus Yahya Tegaskan Libatkan Kyai Sepuh di Mukhtamar NU ke 35

Sowan Kyai Sepuh Garut dan Tasikmalaya, Gus Yahya Tegaskan Libatkan Kyai Sepuh di Mukhtamar NU ke 35
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Saat Sowan Kiyai Sepuh Garut dan Tasikmalaya.

SEBALIK.COM, GARUT - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan komitmennya melibatkan kyai kyai sepuh NU dalam perhelatan Mukhtamar NU ke 35 yang akan digelar Agustus mendatang. 

Sebagai wujud komitmennya, Jumat (1/5) Putera Kyai Cholil Bisri itu sowan ke beberapa Kyai Khos Nahdlatul Ulama di Garut dan Tasikmalaya Jawa Barat. 

Mereka yang disowani Gus Yahya antara lain, KH Nuh Addawami, Pimpinan Ponpes Nurul Huda Cibojong Garut, KH Ubaidillah Ruhiyat Cipasung Tasikmalaya, Kyai Abdul Basith Wahab, Sukahideng Tasikmalaya dan Kyai Tantowi Jauhari Musaddad Pimpinan Ponpes Musadaddiyah Garut. 

Kepada para Kyai kharismatik NU itu Gus Yahya selain malaporkan persiapan Mukhtamar NU dan dinamika yang berkembang termasuk soal usulan lokasi Mukhtamar yang muncul dari banyak kyai dan pengurus PWNU. 

Yang lebih penting menurut Gus Yahya adalah soal kesiapan kepesertaan Mukhtamar yang tidak boleh meninggalkan PW dan PCNU yang SK nya masih belum terbit. 

"Karena kedaulatan Mukhtamar itu adalah milik PCNU dan PWNU saya minta itu diselesaikan dulu secepatnya. Jangan sampai ada PW dan PCNU yang terhalangi menjadi peserta Mukhtamar karena SK nya belum selesai," tegas Gus Yahya. 

 Atas banyaknya usulan yang berkembang terkait lokasi, Gus Yahya menegaskan sudah mendorong agar segera digelar rapat pleno untuk menetapkan Konbes dan Munas sebagai rangkaian wajib dari pelaksanaan Mukhtamar. 

"Saya ingin melibatkan semua kyai kyai sepuh, para Masyayikh agar ikut bermusyawarah terkait rencana Mukhtamar NU," tandas mantan juru bicara Gus Dur itu.  

Dalam kesempatan sowan para kyai sepuh itu, Gus Yahya didoakan secara khusus agar sukses dan Mukhtamar berjalan baik. 

Kyai Nuh Addawami misalnya meminta agar sebelum Mukhtamar digelar, PBNU mendorong PC - PCNU untuk menghidupkan kembali tradisi Lailatul Ijtima, doa bersama, dzikir bersama (Istighosah) sebelum pelaksanaan Mukhtamar. 

"Tidak ada kesuksesan tanpa rahmatNya Allah, dan rahmatNya Allah itu didapat dari doa dan dzikir bersama," pesan Kyai Nuh. 

Sementara itu Kyai Ubaidillah Ruhiyat Cipasung selain mendoakan juga memberi semangat kepada Gus Yahya untuk meneruskan kepemimpinannya di periode kedua pada Mukhtamar nanti. 

"Semangat Gus, Gus Dur dulu bangkitnya semangatnya dari sini (Cipasung)" ujar Kyai Ubaidillah sambil mengajak anggota keluarganya dan Gus Yahya mengepalkan tangan tanda semangat. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index