SEBALIK.COM, JAKARTA - PT Permodalan Ekonomi Rakyat (Perseroda) atau PT PER menegaskan perannya sebagai instrumen strategis Pemerintah Provinsi Riau dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Atas kinerja dan kontribusi tersebut, PT PER ditetapkan sebagai kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.
Hal tersebut disampaikan Plt Direktur PT PER, M. Dahrol, dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan bahwa PT PER didirikan pada 2002 sebagai solusi atas keterbatasan akses pembiayaan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.
“PT PER lahir dari kebutuhan daerah. Ketika akses perbankan umum belum merata, sementara kebutuhan permodalan UMKM terus meningkat, Pemerintah Provinsi Riau membentuk lembaga keuangan nonbank yang lebih fleksibel dan menjangkau masyarakat luas,” ujar Dahrol.
Hingga kini, PT PER mengelola sembilan produk pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik ekonomi lokal, antara lain Kredit KURMA, Kredit SAGU, Kredit PADI, Kredit BADI berbasis potong gaji, Kredit PINTAR untuk pendidikan, Kredit Bakulan bagi pedagang mikro, serta Kredit Linkage.
Seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbasis syariah, PT PER juga mengembangkan skema Murabahah, Ijarah, dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ).
“Nilai-nilai syariah sangat kuat di masyarakat Riau. Karena itu, pengembangan pembiayaan syariah menjadi fokus utama kami dalam dua tahun terakhir,” jelasnya, dikutip dari topbusiness.id.
Kinerja Keuangan Stabil di Tengah Tantangan
Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika politik sepanjang 2025, PT PER mampu menjaga kinerja perusahaan tetap stabil. Tingkat kesehatan perusahaan berada pada kategori Sehat dengan skor 78 dan rating A.
Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah pada 2025 mencapai Rp41,03 miliar atau sekitar 99 persen dari target RKAP. Outstanding pembiayaan tercatat relatif stabil di kisaran Rp73 miliar. Rasio pembiayaan bermasalah (NPL/NPF) naik menjadi 7,36 persen, namun masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
PT PER mencatat laba bersih Rp2,6 miliar pada 2025, melampaui target perusahaan, meski mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2024.
Transformasi Digital dan Tata Kelola
PT PER terus mendorong transformasi digital melalui pengajuan pembiayaan daring, aplikasi BIS Konvensional dan Syariah, Aplikasi Monitoring Penagihan (AMCO), serta sistem arsip digital. Di bidang SDM, perusahaan menerapkan KPI berbasis kinerja, sistem reward and punishment, serta digitalisasi data karyawan melalui Aplikasi Sistem Informasi Karyawan (ASIK).
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi utama, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Dalam empat tahun terakhir, PT PER konsisten menyetorkan dividen kepada Pemprov Riau dengan total akumulasi Rp27,7 miliar hingga 2025.
Fokus Syariah dan Inklusi Keuangan
Melalui RKAP 2026, PT PER menargetkan komposisi portofolio pembiayaan 75 persen syariah dan 25 persen konvensional, sejalan dengan arah pembangunan ekonomi syariah Provinsi Riau.
Sekitar 70 persen pembiayaan disalurkan ke sektor pertanian dan perkebunan, terutama sawit, dengan jangkauan wilayah hingga daerah terpencil dan kategori 3T. PT PER juga berperan aktif dalam literasi keuangan, termasuk pendampingan usaha dan edukasi pencatatan keuangan sederhana bagi debitur.
Atas konsistensi kinerja dan dampak sosialnya, PT PER sebelumnya meraih TOP BUMD Awards Bintang 5 pada 2024 dan 2025 serta TOP Human Capital Awards dua tahun berturut-turut. Tahun ini, PT PER kembali dipercaya sebagai kandidat TOP BUMD Awards 2026, menegaskan perannya dalam mendorong UMKM Riau naik kelas dan memperkuat ekonomi kerakyatan. (*)