Sambut Ramadan 1447 H, LAM Riau Gelar Majelis Zikir untuk Perkuat Keimanan dan Budaya Melayu

Sambut Ramadan 1447 H, LAM Riau Gelar Majelis Zikir untuk Perkuat Keimanan dan Budaya Melayu
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar Majelis Zikir

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar Majelis Zikir sebagai ikhtiar spiritual untuk memperkuat keimanan masyarakat serta memohon keberkahan bagi agenda adat ke depan. Kegiatan berlangsung pada Jumat malam (23/1/2026) di Balairung Tenas Effendy LAMR, Jalan Diponegoro Nomor 39, Pekanbaru.

Majelis zikir diawali dengan salat Isya berjamaah, makan bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta rangkaian zikir dan doa. Acara ini dihadiri Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf; Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil; unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh organisasi, serta pengurus LAMR. Pemerintah Provinsi Riau diwakili Pelaksana Tugas Gubernur melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Yan Dharmadi.

Dalam sambutannya, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyatakan bahwa majelis zikir ini menjadi pembuka rangkaian agenda LAMR 2026. Ia menekankan pentingnya kegiatan spiritual ini untuk memohon keberkahan bagi seluruh agenda LAMR, termasuk perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Riau dan pengusulan Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Pahlawan Nasional.

“Tindakan nyata LAMR, seperti pemetaan wilayah adat atau tanah ulayat agar mendapat pengakuan negara, serta penguatan Budaya Melayu Riau yang kini masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), diharapkan dapat memastikan generasi muda Riau mengenal dan melestarikan adat, bahasa, serta nilai-nilai Melayu di tengah arus globalisasi,” jelas Taufik Ikram Jamil.

Tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Ahmad Amin, SPdI, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah Riau. Ia menekankan bahwa Ramadan adalah “tamu Allah” yang harus disambut dengan iman, hati bersih, dan kesehatan jasmani. “Tujuan utama puasa adalah meraih derajat takwa. Agar dapat menjalani Ramadan dengan optimal, umat Islam perlu mempersiapkan hati melalui zikir dan ibadah, serta menjaga kesehatan tubuh,” pesannya.

Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar Ramadan mendatang membawa ketenangan, keberkahan, dan penguatan nilai keislaman serta budaya Melayu di Provinsi Riau. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index