Sempat Tertinggal Dua Gol, Inter Hancurkan Pisa 6-2 di Giuseppe Meazza

Sempat Tertinggal Dua Gol, Inter Hancurkan Pisa 6-2 di Giuseppe Meazza
Francesco Pio Esposito merayakan gol ketiga timnya dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Pisa di Giuseppe Meazza, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

SEBALIK.COM, MILAN – Inter Milan berhasil membalikkan keadaan dengan dramatis untuk menaklukkan Pisa 6-2 dalam laga Serie A di Giuseppe Meazza, Jumat (24/1/2026). Meski sempat tertinggal dua gol cepat pada 23 menit pertama, Nerazzurri menunjukkan karakter juara mereka melalui tekanan tak henti-hentinya yang menghasilkan enam gol di sepanjang pertandingan.

Pisa mengejutkan publik tuan rumah melalui Stefano Moreo, yang mencetak dua gol dalam delapan menit pertama. Gol pertama lahir dari kesalahan Yann Sommer saat menerima umpan balik, memungkinkan Moreo melepaskan lob jarak jauh yang bersarang di gawang Inter. Delapan menit kemudian, ia kembali memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan yang menaklukkan Sommer, membuat Pisa unggul 2-0.

Tertinggal dua gol, pelatih Inter, Cristian Chivu, melakukan pergantian taktis dengan memasukkan Federico Dimarco menggantikan Luis Henrique sebelum babak pertama berjalan setengah jam. Masuknya Dimarco langsung menghidupkan sisi kiri serangan Inter. Tekanan berlapis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-39, saat Matteo Tramoni melakukan handball di kotak penalti. Piotr Zielinski mengeksekusi penalti dengan sempurna, mengubah skor menjadi 1-2 dan mengembalikan kepercayaan diri tim.

Momentum Inter terus meningkat. Hanya dua menit kemudian, Dimarco mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Lautaro Martinez dengan sundulan di tiang jauh, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Sebelum turun minum, Alessandro Bastoni melepaskan umpan silang yang disambut Francesco Pio Esposito dengan sundulan keras, membalikkan keadaan menjadi 3-2. Inter menutup babak pertama dengan keunggulan dan penuh dominasi.

Babak kedua menjadi pesta gol bagi tuan rumah. Pio Esposito kembali mengancam, meski beberapa kali penyelamatan gemilang Simone Scuffet menahan laju Inter. Marcus Thuram dan Nicolo Barella masuk untuk menambah intensitas serangan, sebelum akhirnya Dimarco mencetak gol spektakuler lewat tendangan voli yang menghantam tiang dan masuk ke gawang Pisa.

Gol keempat diikuti oleh gol kelima, ketika Dimarco mengirim umpan terobosan yang berhasil dikonversi Bonny menjadi gol dari sudut sempit. Inter menutup kemenangan besar dengan gol Henrikh Mkhitaryan, yang mencetak gol Serie A pertamanya dalam lebih dari setahun melalui sundulan jarak dekat memanfaatkan umpan sepak pojok dari Yann Bisseck.

Kemenangan 6-2 ini memperkokoh posisi Inter di puncak klasemen, unggul enam poin dari AC Milan yang masih memiliki satu pertandingan tunda. Statistik menunjukkan dominasi Inter yang luar biasa: 34 tembakan dengan 14 tepat sasaran, penguasaan bola 66 persen, dan akurasi operan 88 persen, dibanding Pisa yang hanya mencatat 8 tembakan dan penguasaan bola 34 persen.

Dengan performa impresif ini, Inter menegaskan ambisinya untuk mempertahankan posisi teratas Serie A, sekaligus menunjukkan mental juara setelah mampu bangkit dari defisit dua gol di laga kandang mereka. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index