SEBALIK.COM, KUANTAN SINGINGI – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memperkuat sektor pertanian melalui penerapan program Satu Desa Satu Komoditas Unggulan (One Village One Commodity/OVOC). Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni, menjelaskan bahwa penetapan komoditas unggulan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan, kondisi agroklimat, serta kemudahan pengembangan oleh masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
“Pemilihan komoditas difokuskan pada tanaman pekarangan agar mudah dibudidayakan oleh masyarakat desa dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi,” ujar Deflides.
Saat ini, sejumlah komoditas hortikultura unggulan telah mulai dikembangkan di Kuansing, di antaranya alpukat varietas Kelud dan durian unggul lokal jenis Namlung. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki prospek pasar yang menjanjikan serta cocok dengan karakteristik lahan di wilayah Kuansing.
Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program OVOC tersebut. Menurutnya, kehadiran komoditas unggulan di setiap desa dapat menjadi identitas desa sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
“Dengan adanya satu komoditas unggulan di setiap desa, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kuansing bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan pada Rabu (14/1/2026) di Kecamatan Inuman. Pemerintah daerah berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan aktif masyarakat desa serta sinergi seluruh pemangku kepentingan terkait. (*)