SEBALIK.COM, JAKARTA — PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) bergerak cepat menangani insiden kebocoran pipa gas pada jalur Grissik–Duri (GD) KP 222 di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Perusahaan memastikan kebakaran akibat kebocoran pipa tersebut telah padam total dan saat ini fokus pada proses perbaikan infrastruktur serta pemulihan dampak sosial bagi masyarakat terdampak.
Corporate Secretary TGI Emil Ismail menjelaskan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (3/1/2026) pukul 05.35 WIB setelah tim teknis menutup Sectional Valve (SV) 1203 dan SV 1204 pada Jumat malam. Penutupan katup tersebut menghentikan aliran gas yang menjadi pemicu kebakaran.
“Dengan penutupan valve, aliran gas berhasil dihentikan dan api padam sepenuhnya. Saat ini kami memasuki tahap pendinginan dan percepatan perbaikan pipa,” ujar Emil dalam keterangan resminya, Sabtu (3/1/2026) dilansir dari ruangenergi.com.
Saat ini, TGI masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden. Proses tersebut melibatkan tim internal, pemangku kepentingan terkait, serta berkoordinasi dengan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Riau. Di saat bersamaan, perusahaan juga terus memantau tekanan gas kepada para shipper dan pembeli pada jalur Grissik–Duri guna menjaga stabilitas pasokan.
TGI memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tercatat delapan warga mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan penanganan medis dari perusahaan.
“Seluruh warga yang terluka sudah ditangani dan saat ini telah kembali ke rumah masing-masing,” jelas Emil.
Selain korban luka, kebocoran pipa gas tersebut juga mengakibatkan kerusakan materiil, meliputi sejumlah kendaraan dan lima unit rumah warga. Menanggapi hal ini, TGI menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan yang ditimbulkan.
“Perusahaan akan melakukan perbaikan dan pemulihan atas properti warga yang terdampak,” tegasnya.
Terkait pemulihan infrastruktur, TGI menargetkan proses perbaikan pipa gas dapat diselesaikan dalam waktu 3 hingga 5 hari. Saat ini, prioritas utama difokuskan pada pengamanan lokasi, pekerjaan teknis, serta penerapan ketat aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Sebagai penutup, TGI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi akibat insiden tersebut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami, dan kami berkomitmen memulihkan layanan secepat mungkin,” pungkas Emil. (*)