Raih 10,25 Juta Penonton, Agak Laen: Menyala Pantiku Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Raih 10,25 Juta Penonton, Agak Laen: Menyala Pantiku Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku

SEBALIK.COM, JAKARTA — Awal tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi industri perfilman Indonesia. Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku resmi mencatatkan diri sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, setelah meraih lebih dari 10,25 juta penonton hingga 2 Januari 2026.

Film produksi Imajinari ini mencapai capaian fantastis tersebut hanya dalam waktu sekitar 36 hari sejak penayangan perdananya pada akhir November 2025, sekaligus menggeser rekor film-film box office sebelumnya seperti Jumbo dan KKN di Desa Penari.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa genre komedi murni masih memiliki tempat istimewa di hati penonton Tanah Air. Kesuksesan tersebut juga mengantarkan empat komika Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga sejajar dengan aktor papan atas yang mampu menarik jutaan penonton ke bioskop.

Disutradarai Muhadkly Acho, film ini mengusung cerita ringan namun dekat dengan realitas sosial. Keempat personel Agak Laen berperan sebagai polisi yang terancam diberhentikan akibat serangkaian kesalahan fatal. Sebagai jalan terakhir, mereka ditugaskan menyusup ke sebuah panti jompo untuk membongkar jaringan kriminal.

Namun alih-alih menjalankan misi dengan serius, penyamaran mereka justru memicu berbagai situasi absurd dan penuh kekacauan. Interaksi dengan para penghuni panti jompo menjadi sumber komedi yang kuat, sekaligus menghadirkan momen-momen emosional yang menyentuh.

Melalui unggahan di media sosial, pihak Imajinari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para penonton atas dukungan luar biasa yang diberikan terhadap film tersebut.

Tak hanya menawarkan tawa, Agak Laen: Menyala Pantiku juga menuai pujian karena menyelipkan pesan tentang hubungan keluarga dan cara masyarakat memandang orang tua di usia lanjut. Kehadiran aktor senior seperti Jajang C. Noer dan Chew Kin Wah memberi kedalaman cerita yang memperkaya pengalaman menonton.

Dengan jumlah penonton yang masih terus bertambah, perhatian publik kini tertuju pada satu pertanyaan besar: mampukah film ini melampaui rekor film Hollywood di Indonesia, termasuk Avengers: Endgame yang mencatat sekitar 10,9 juta penonton?

Melihat tren penonton yang tetap stabil di awal 2026, peluang terciptanya sejarah baru perfilman nasional tampak semakin terbuka. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index