SEBALIK.COM, KUANSING - Suasana di Kantor Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, mendadak ramai, Sabtu (27/12/2025).
Ratusan warga setempat mendatangi kantor desa guna menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah pusat yang akan merelokasi sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) eks warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke wilayah mereka.
Aksi damai ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas status lahan yang akan dijadikan lokasi pemukiman baru. Akar persoalan ini bermula dari status lahan seluas 171,31 hektare di Desa Pesikaian.
Menurut warga, lahan tersebut merupakan tanah ulayat masyarakat Cerenti yang selama ini dikerjasamakan dengan PTPN sebagai perkebunan kelapa sawit.
Namun, lahan tersebut baru-baru ini disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) karena dinyatakan masuk dalam kawasan hutan. Di atas lahan sengketa inilah pemerintah pusat berencana menempatkan ratusan warga pindahan dari TNTN.
"Masyarakat ingin kejelasan. Selama ini mereka menggantungkan hidup dengan bekerja di lahan sawit yang dikerjasamakan dengan PTPN tersebut. Tentu ada kekhawatiran jika lahan itu dialihfungsikan menjadi pemukiman relokasi," ujar Kapolsek Cerenti, AKP Benni A Siregar.
Rencana besar ini sebenarnya merupakan program strategis nasional yang mencakup tiga kabupaten, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Meski Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, telah menyinggung hal ini, namun di tingkat teknis ternyata masih banyak benang kusut.
Asisten I Setda Kuansing, H. Fahdiansyah, menegaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Kuansing belum menerima surat resmi terkait eksekusi relokasi tersebut.
"Ini program pusat melalui Satgas PKH. Sampai detik ini kami belum menerima pemberitahuan lanjutan atau surat resmi," ungkapnya.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri pihak manajemen PTPN, suasana yang sempat tegang perlahan mendingin. Pihak PTPN memastikan dua poin krusial untuk menenangkan warga.
Pertama, kebijakan relokasi belum diputuskan secara final. Kemudian masyarakat yang selama ini bekerja di perkebunan tersebut dipastikan akan tetap diakomodasi dan tidak akan kehilangan mata pencaharian.
Massa akhirnya membubarkan diri secara teratur, setelah menyepakati adanya pertemuan lanjutan yang lebih komprehensif untuk membedah rencana ini hingga tuntas. (Mail Has)