SEBALIK.COM , JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap maraknya modus penipuan kelulusan CPNS menjadi insan Adhyaksa melalui jalur belakang atau koneksi orang dalam.
Langkah tegas ini diambil guna memutus rantai praktik percaloan yang kerap menghantui proses rekrutmen aparatur negara.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa integritas adalah harga mati dalam seleksi ini. Ia menjamin seluruh tahapan rekrutmen berlangsung secara transparan dan akuntabel.
"Seluruh proses seleksi CPNS Kejaksaan RI murni berdasarkan prestasi dan kemampuan. Tidak ada jalur khusus atau titipan," tegas Anang, Jumat (6/2/2026).
Pihak Kejaksaan juga mengingatkan agar pelamar tidak terkecoh oleh oknum yang meminta imbalan uang dalam jumlah tertentu dengan iming-iming kursi PNS. Segala bentuk pungutan dipastikan adalah penipuan.
Untuk membentengi diri dari informasi hoaks dan disinformasi, pelamar diminta hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi milik Kejaksaan Agung. Melalui website rekrutmen.kejaksaan.go.id https://rekrutmen.kejaksaan.go.id
Instagram @biropegkejaksaan https://www.instagram.com/biropegkejaksaan.
"Kami meminta masyarakat untuk mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Menjadi insan Adhyaksa hanya dapat dicapai melalui jalur yang sah sesuai standar yang ditetapkan," tambah Anang.
Jika Anda menemukan indikasi penipuan atau bertemu oknum yang mengaku bisa meloloskan pelamar, segera lapor melalui contact center halo jaksa 150227 atau email, humas.puspenkum@kejaksaan.go.id (Mail Has)