SEBALIK.COM, DUMAI – Polres Dumai melalui Tim Raga melaksanakan operasi pemberantasan premanisme, pungutan liar (pungli), dan geng motor guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas keresahan warga dan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Kota Dumai tetap kondusif.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, M. Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan personel gabungan dari Satuan Samapta dan Reskrim. Dalam kegiatan kali ini, Tim Raga berhasil mengamankan dua pria berinisial A (48) dan MN (41) yang diduga melakukan pungli. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp41.000.
"Satuan Samapta dipimpin Ipda Jodhy Pratama dengan 17 personel, sementara Reskrim dipimpin Ipda Carlos L. Pasaribu bersama 6 anggotanya," jelas Hasyim. Sinergi antar-unit ini bertujuan agar penindakan di lapangan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum.
Patroli dilakukan di sejumlah titik rawan gangguan keamanan, seperti Simpang Purnama di Jalan Wan Amir, Jembatan Pelindo di Jalan Bahtera, dan kawasan Simpang Nelayan Resto di Jalan Ring Road, lokasi yang kerap menjadi titik berkumpulnya pemuda dan rawan aksi premanisme.
Selain penegakan hukum, Tim Raga melakukan pendekatan preemtif dan persuasif dengan menyapa warga secara langsung, memberikan imbauan untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan jalanan, dan mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan premanisme ke pihak kepolisian.
Langkah preventif juga diperkuat melalui patroli intensif serta komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan untuk memastikan tidak ada ruang bagi kelompok motor atau oknum tertentu mengganggu kenyamanan warga. Pemeriksaan badan, barang, serta penggeledahan di tempat tersembunyi juga dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan senjata tajam, narkoba, atau benda berbahaya lainnya.
Sebagai bagian dari pembinaan, kedua terduga diberikan tindakan fisik terukur dan diwajibkan membuat surat pernyataan di hadapan pihak keluarga. Hasyim menegaskan bahwa seluruh kegiatan berjalan lancar dan efektif memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama yang beraktivitas di malam hari.
"Upaya ini bagian dari langkah sterilisasi wilayah dari potensi tindak kriminalitas dan memastikan Dumai tetap aman bagi warganya," pungkas Hasyim. (*)