Pipa Gas PT TGI Dua Kali Meledak di Riau, Pakar Soroti Lemahnya Inspeksi dan Pemeliharaan

Senin, 12 Januari 2026 | 14:27:00 WIB
Kondisi di lokasi pascaledakan pipa gas PT. TGI di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau, Sabtu (10/1/2026).(Dok. Polres Inhu.)

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi dua kali dalam sepekan di Provinsi Riau menuai sorotan tajam dari kalangan pakar minyak dan gas bumi (migas). Insiden tersebut diduga kuat berkaitan dengan tidak dilakukannya inspeksi menyeluruh terhadap jaringan pipa gas pascaledakan pertama.

Ledakan pertama terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore dan memicu kebakaran besar. Sepekan kemudian, pipa gas kembali meledak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jumat (9/1/2026) dini hari. Meski tidak menimbulkan kebakaran, ledakan tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga akibat lontaran material tanah dan batu.

Pakar Migas Riau, Muslim, menilai peristiwa berulang ini mengindikasikan lemahnya sistem inspeksi dan pemeliharaan pipa gas. Menurutnya, PT TGI terkesan hanya fokus memperbaiki titik pipa yang meledak pertama, tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh pada jaringan pipa lain di jalur yang sama.

“Jika terjadi kebocoran dan ledakan di satu titik, seharusnya segera dilakukan inspeksi dan analisis menyeluruh untuk mendeteksi potensi kebocoran lanjutan di titik-titik lain,” ujar Muslim, Minggu (11/1/2026).

Ia menegaskan bahwa data inspeksi, perawatan, dan pengujian rutin pipa gas seharusnya dibuka dan dianalisis secara mendalam saat terjadi insiden. Hal tersebut dinilai sangat penting dalam pengambilan keputusan teknis guna mencegah kejadian serupa terulang.

Muslim juga menekankan bahwa kegiatan maintenance dan inspeksi pipa gas merupakan kewajiban mutlak bagi perusahaan pengelola. Menurutnya, biaya operasional dan pemeliharaan jauh lebih kecil dibandingkan risiko kebocoran besar, kebakaran, hingga potensi korban jiwa.

Selain itu, ia mendorong SKK Migas dan kepolisian untuk memeriksa pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) PT TGI, termasuk konsistensi inspeksi pipa dan mitigasi risiko saat terjadi insiden.

“Kebocoran pipa gas umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Biasanya diawali kebocoran kecil yang sulit terdeteksi, terutama karena pipa tertanam di dalam tanah. Di sinilah pentingnya inspeksi rutin dan sistem pemantauan yang ketat,” jelasnya.

Terkait penyebab pasti kebocoran, Muslim menegaskan masih perlu menunggu hasil investigasi resmi pihak berwenang, termasuk apakah dipicu kelalaian perawatan atau faktor alam seperti hujan deras sebagaimana disampaikan pihak perusahaan.

Diketahui, pipa gas PT TGI Regional 2 Belilas meledak akibat kebocoran di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT TGI belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (*)

Halaman :

Terkini