Bupati Kuansing Panen Raya Jagung Pipil di Kuantan Tengah

Selasa, 30 Desember 2025 | 01:09:00 WIB
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., secara resmi membuka kegiatan Panen Raya Jagung Pipil yang dilaksanakan di Desa Koto Tuo dan Desa Pulau Baru

SEBALIK.COM, KUANTAN TENGAH — Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., secara resmi membuka kegiatan Panen Raya Jagung Pipil yang dilaksanakan di Desa Koto Tuo dan Desa Pulau Baru, Kenegerian Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (29/12/2025).

Kegiatan panen raya yang dipusatkan di Desa Koto Tuo tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya pada sektor pertanian tanaman pangan. Panen raya ini menjadi salah satu indikator keberhasilan petani dalam mengembangkan komoditas jagung pipil di wilayah tersebut.

Usai pelaksanaan panen raya, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kuantan Singingi Periode 2025–2030.

Dalam sambutannya, Bupati Kuansing berharap pengurus KTNA yang baru dikukuhkan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan pertanian di daerah serta menjadi penghubung antara petani dan Pemerintah Daerah.

“Pengurus KTNA diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara petani dan Pemerintah Daerah,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban pengurus KTNA bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Kuantan Singingi terpilih, H. Suman Hijar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kuansing beserta jajaran Pemerintah Daerah atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan.

Menurutnya, panen raya jagung pipil ini menjadi langkah awal keberhasilan dalam penguatan ketahanan pangan daerah. Ke depan, KTNA berharap pengembangan tidak hanya terbatas pada komoditas jagung, tetapi juga mencakup komoditas pertanian lainnya guna memenuhi kebutuhan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KTNA juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai di wilayah Kopah. Ia menyebutkan terdapat sekitar 150 hektare lahan pertanian yang tergenang air sejak tahun 2006 sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Melalui normalisasi sungai, diharapkan lahan tersebut dapat kembali digarap dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. (*)

Terkini