Kepala BNPB Instruksikan Operasi SAR 24 Jam dan Kerahkan Armada Udara Hingga Laut ke Titik Terisolasi

Sabtu, 29 November 2025 | 23:33:00 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi darurat di Tapanuli Utara

SEBALIK.COM, TAPANULI UTARA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi darurat di Tapanuli Utara. Ia menginstruksikan jajarannya untuk fokus pada percepatan penanganan bencana secara masif di tiga provinsi, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, Sabtu (29/11/2025).

Kepala BNPB menekankan tiga prioritas utama yang harus digeber secara paralel di seluruh wilayah terdampak, pertama operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban hilang. Kemudian pemulihan akses komunikasi dan listrik dan pendistribusian logistik ke wilayah terisolasi.

Operasi SAR di Sumatra Utara difokuskan pada upaya pencarian korban yang dilaporkan hilang di Sibolga (3 orang) serta di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

"Saya instruksikan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) harus diupayakan selama 24 jam penuh. Ini dipimpin oleh Basarnas, dibantu TNI, Polri, dan relawan. Setiap detik sangat berharga," tegas Suharyanto.

Akses darat menuju Sibolga dari Tarutung saat ini masih lumpuh total akibat timbunan material longsor. Untuk mengatasi isolasi ini, BNPB mengambil langkah taktis, menggunakan armada udara, Helikopter MI-17 dan dua helikopter lainnya disiagakan untuk airdrop bantuan logistik dan makanan ke tempat-tempat terpencil.

Sementara jalur laut, percepatan distribusi logistik ke Sibolga akan dikoordinasikan melalui jalur laut via pelabuhan Jago-Jago, dengan pengerahan kapal dari TNI Angkatan Laut.

Unit-unit starlink telah didistribusikan ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan untuk memulihkan konektivitas.

Sementara itu di Aceh, meskipun akses darat di lima kabupaten (Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya) dilaporkan sudah dibuka dan distribusi logistik berjalan sejak semalam, tantangan berat masih terjadi.

Untuk wilayah yang belum dapat dijangkau melalui darat, khususnya Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, BNPB mengerahkan kekuatan udara. Melibatkan total 7 armada udara, satu pesawat Caravan dan enam helikopter (tiga helikopter TNI dari AD, AU, dan AL, serta tiga helikopter BNPB) untuk memasok logistik dari udara.

Armada Laut, berupa kapal cepat juga disiagakan untuk pengangkutan logistik, khususnya di wilayah Lhokseumawe.

Secara keseluruhan di Aceh, Pemerintah mengalokasikan 28 unit starlink dan 33 unit Genset untuk mengatasi gangguan komunikasi dan kelistrikan.

Sementara bantuan logistik didorong paralel dengan pembukaan empat dapur umum di bawah koordinasi Kemensos dan penanganan kelangkaan BBM yang dikoordinasikan dengan Pertamina. (*)

Terkini