Pameran Alih Wahana Saling Bersua(Ra): Merawat Ingatan, Membuka Ruang bagi Suara Rakyat

Pameran Alih Wahana Saling Bersua(Ra): Merawat Ingatan, Membuka Ruang bagi Suara Rakyat

PEKANBARU, SEBALIK.COM – Ingatan tentang kekerasan, pembungkaman, dan ketidakadilan tidak selesai hanya karena sebuah momentum telah berlalu. Melalui seni, ingatan tersebut dapat terus dibaca, ditafsirkan, dan dipertemukan dengan persoalan yang masih berlangsung hari ini. Gagasan inilah yang dihadirkan dalam Pameran Alih Wahana Saling Bersua(Ra) yang dibuka pada 1 Oktober 2026 di Rumah Nonblok, Pekanbaru.

Mengusung tema “Ingatan yang Belum Selesai: Merawat Ruang Sipil, Membuka Ruang Bicara”, Tema ini berangkat dari semangat September Hitam sebagai titik ingatan kolektif atas kekerasan dan pembungkaman di masa lalu, namun diperluas agar tidak berhenti pada penanda satu peristiwa sejarah saja. Melalui pendekatan alih wahana, pameran ini dapat menghubungkan ingatan sejarah dengan kondisi ruang sipil hari ini, termasuk temuan-temuan Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) mengenai kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berorganisasi yang masih relevan dialami masyarakat, khususnya orang muda, saat ini.

Frasa "ingatan yang belum selesai" sejalan dengan semangat proyek yang menyatakan bahwa sebuah gagasan tidak pernah benar-benar selesai ketika menjadi karya, ia dapat berpindah, dibaca ulang, dan dipertanyakan. Tema ini memberi ruang bagi karya-karya untuk membaca ulang sejarah sekaligus mempertanyakan bagaimana pembungkaman dan ketimpangan kuasa masih berlangsung dalam bentuk-bentuk baru hari ini, tanpa menutup pameran hanya sebagai peringatan seremonial atas satu peristiwa.

Pameran ini menghadirkan karya dari tiga seniman, yakni Husin (Ucin), Ono, dan Zul, dalam medium poster, puisi, dan kartun opini. Melalui pendekatan alih wahana, gagasan dari satu karya diterjemahkan dan ditafsirkan kembali ke medium lain, menciptakan percakapan lintas karya sekaligus membuka ruang bagi pengunjung untuk membangun pemaknaannya sendiri.

Koordinator Koalisi Kebebasan Berserikat, Riza Imaduddin Abdali, menyampaikan bahwa kolaborasi ini berangkat dari kesamaan keresahan dan semangat untuk merawat gerakan masyarakat sipil melalui kesenian.

“Memiliki frekuensi yang sama, punya motivasi yang sama, dan keresahan yang mirip sehingga Alih Wahana Saling Bersua(Ra) ini terlaksana. Alih Wahana Project ini merupakan bagian dari kerja-kerja perlawanan dan kerja-kerja perawatan yang dibungkus dengan kesenian,” ujar Riza dalam pembukaan pameran.

Menurutnya, ruang kesenian juga dapat menjadi alternatif ketika ruang aktivisme menghadapi kebuntuan atau mulai rapuh. Ruang tersebut memungkinkan suara, ingatan, dan gagasan menjangkau lebih banyak orang, melampaui batas-batas ruang aktivisme yang selama ini dikenal.

Seniman sekaligus perwakilan Nonblok Ekosistem, Husin (Ucin), menambahkan bahwa karya-karya dalam pameran ini turut merefleksikan pentingnya menjaga solidaritas masyarakat sipil di tengah berbagai persoalan dan potensi perpecahan.

“Kepada siapa kita akan terus saling merefleksikan persoalan kalau bukan sesama sipil. Kekuatan sipil itu ketika dia kuat, akan diganggu dengan cara-cara dibenturkan. Terjadilah konflik segala macam, sehingga kita lupa siapa musuh bersamanya, yang harusnya bisa kuat bersama jadinya lemah. Karya-karya ini melihat itu juga,” ungkap Ucin.

Nama Saling Bersua(Ra) sendiri memuat gagasan tentang perjumpaan dan suara rakyat. Kata “saling” menegaskan bahwa perjumpaan tidak berlangsung satu arah: ada yang berbicara dan ada yang mendengar, ada yang menciptakan dan ada yang menafsirkan. Dengan demikian, pengunjung bukan sekadar penerima pesan, melainkan bagian dari proses pertukaran gagasan dan pengalaman.

Pameran ini beririsan dengan persoalan yang diangkat dalam momentum September Hitam, terutama ingatan tentang kekerasan, kehilangan, pembungkaman, dan perjuangan mempertahankan kebebasan sipil. Namun, penyelenggaraannya pada bulan Oktober menjadi pengingat bahwa persoalan-persoalan tersebut tidak tunduk pada batas kalender.

Pameran Alih Wahana Saling Bersua(Ra) berlangsung pada 1-14 Oktober 2026 di Rumah Nonblok, Pekanbaru. Pameran ini terbuka bagi publik sebagai ruang untuk bersua dengan karya, suara, dan ingatan yang belum selesai. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index