SEBALIK.COM, PEKANBARU -- Pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 khusus untuk Cabang Lomba Menulis Cerita tingkat SD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menuai protes, pasalnya finalis yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdsmen) RI ternyata tidak pernah mengikuti lomba, sementara para juara justru diabaikan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh media ini dari sejumlah sumber, Disdik Kota Pekanbaru menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 untuk Cabang Lomba Menulis Cerita tingkat SD pada tanggal 15 Juni 2026 lalu.
Saat lomba berlangsung, tercatat ada sembilan peserta resmi yang mengikuti perlombaan, yaitu:
1. Alika Karaissa Halim (SD Al Andalus Islamic School)
2. Anindita Shassy Kirana (SDN 153 Pekanbaru)
3. Christina Elisabeth Sihotang (SD Heaven Kids)
4. Gebi Ratu Nathania Purba (SDN 59 Pekanbaru)
5. Joen Alessandra Zhang (SD Kalam Kudus Pekanbaru)
6. Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1)
7. Naurah Sabrina Azzahra Murphi (SD Islam Riau Global Terpadu)
8. Nurul Husna Lubis (SD IT Bunayya Pekanbaru)
9. Tengku Nazla Aisya (SDN 118 Pekanbaru)
Usai pelaksanaan lomba yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru tersebut Dewan juri menetapkan hasil penilaian lomba. Berdasarkan hasil tersebut, Anindita Shassy Kirana dari SDN 153 Pekanbaru meraih peringkat pertama, lalu peringkat kedua diraih oleh Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1) dan peringkat ketiga diraih oleh Nurul Husna Lubis (SD IT Bunayya Pekanbaru).
Selanjutnya, saat dilakukan verifikasi administrasi, Anindita Shassy Kirana dinyatakan tidak dapat melanjutkan ke tingkat provinsi Riau karena tidak memenuhi salah satu persyaratan administrasi, yakni belum terdaftar di Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Alhasil posisinya digantikan oleh Nachita Vianqa Gultom (SD Santa Maria 1).
Sampai pada saat itu prosesnya masih terlihat normal dan sesuai prosedur, namun pada tanggal 26 Juli 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdsmen) RI menerbitkan Surat Pengumuman Finalis FLS3N Dikdas Tahun 2026 Nomor 1459/B/H3/PN.00/2026. Di sini muncul keanehan, pasalnya dalam surat tersebut, peserta yang ditetapkan sebagai finalis mewakili Provinsi Riau pada Cabang Lomba Menulis Cerita bukanlah Nachita Vianqa Gultom, melainkan Jennifer Kyera Angelique Sianturi dari SD Darma Yudha Kota Pekanbaru.

Sebagai informasi, nama Jennifer Kyera Angelique Sianturi dari SD Darma Yudha sama sekali tidak tidak masuk dalam daftar peserta yang mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 khusus untuk Cabang Lomba Menulis Cerita tingkat SD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.
Pengumuman finalis tersebut membuat orang tua dan guru pendamping peserta mengaku terkejut. Dewan juri yang melakukan penilaian pada seleksi tingkat kota juga mempertanyakan dasar penetapan finalis, karena nama Jennifer Kyera Angelique Sianturi tidak termasuk peserta yang mereka nilai saat proses seleksi berlangsung.
Terkait kejanggalan ini, Kasi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alda Fiandri, S.Pd., M.M yang juga panitia FLS3N yang dihubungi media ini mengaku tidak tahu soal itu, bahkan dia mengaku belum mendapatkan informasi soal penetapan tersebut.
"Saya belum tahu soal itu karena juga belum mendapatkan informasi soal penetapan finalis tersebut," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Jawaban tersebut tentu saja terasa janggal, mengingat surat penetapan finalis tersebut sudah tersebar luas, bahkan media ini pun mendapatkan surat tersebut, akan semakin aneh kalau pihak dinas mengaku tidak mengetahui, karena seharusnya Disdik lah pihak pertama yang mendapatkan informasi. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru pun diminta bertanggungjawab untuk menjelaskan persoalan ini. (*)