Haul ke-89 Tuan Guru Sapat, Bupati Inhil Kenang Jejak Pengabdian Syekh Abdurrahman Siddiq

Haul ke-89 Tuan Guru Sapat, Bupati Inhil Kenang Jejak Pengabdian Syekh Abdurrahman Siddiq
Haul ke-89 Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif Al Banjari, atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Sapat

SEBALIK.COM, INDRAGIRI HILIR – Jejak pengabdian, keilmuan, dan kesalehan Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif Al Banjari, atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Sapat, terus hidup di tengah masyarakat. Hal itu tercermin dari antusiasme ribuan jemaah yang menghadiri puncak Haul ke-89 ulama besar tersebut pada Rabu (28/1/2026) pagi, di Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri, bertepatan dengan bulan Sya’ban 1447 Hijriah.

Peringatan haul ini turut dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi. Kehadiran pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mengambil berkah bersama para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Para jemaah hadir untuk mengirimkan doa sekaligus mengenang perjuangan Tuan Guru Sapat, sosok ulama kharismatik yang tidak hanya berjasa dalam dakwah Islam, tetapi juga memberi pengaruh besar terhadap kemajuan spiritual dan sosial masyarakat Indragiri Hilir.

Dalam sambutan Bupati Inhil yang disampaikan Muammar Ghaddafi, disampaikan bahwa haul ini merupakan wujud cinta dan penghormatan kepada seorang guru besar yang telah mewariskan ilmu dan keteladanan.

“Kehadiran kita di sini adalah bukti cinta dan takzim kepada seorang guru yang meninggalkan warisan ilmu dan amal. Syekh Abdurrahman Siddiq adalah sosok istimewa yang membangun fondasi spiritual masyarakat. Berkat kecerdasan, kebijaksanaan, dan akhlak mulianya, beliau dipercaya menjadi Mufti Kerajaan Indragiri,” ungkapnya.

Selain berdakwah melalui lisan, Tuan Guru Sapat juga dikenal aktif berdakwah melalui tulisan. Karya-karyanya hingga kini menjadi rujukan dan inspirasi bagi banyak akademisi dan peneliti.

“Banyak cendekiawan memperoleh gelar akademik dengan mengkaji warisan literasi beliau, seperti Syair Ibarat Khabar Kiamat, Risalah Amal Ma’rifah, dan berbagai karya tulis lainnya,” lanjut Muammar.

Melihat besarnya manfaat dan berkah dari perjuangan Syekh Abdurrahman Siddiq, Bupati Inhil juga mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum haul sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

“Mari kita teladani akhlak Tuan Guru Sapat. Keikhlasan, kesederhanaan, serta kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan hendaknya kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati.

Menambah kekhidmatan acara, haul diisi dengan tausiah oleh Tuan Guru Muhammad Syafi’i Aslam, Pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Khodimul Majelis Syifa’ul Qulub Kalimantan Tengah. Panitia juga menyediakan rest area serta posko makanan gratis bagi para peziarah yang hadir. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index