Silaturahmi Kyai Sepuh dengan NU se Kalimantan: AHWA Penentu Masa Depan NU

Selasa, 19 Mei 2026 | 23:05:04 WIB
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, Silaturahim dengan pimpinan NU se-Kalimantan.

SEBALIK.COM, SAMARINDA -Silaturahmi Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, dengan pimpinan NU se Kalimantan di Kantor PWNU Kalimantan Timur, menyepakati Mukhtamar NU ke 35 digelar di Pondok Pesantren dan memunculkan beberapa nama calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang bertugas memilih Rais Aam PBNU, Selasa (19/5/2026).

Menjelang Mukhtamar NU ke 35 yang rencananya digelar beberapa bulan lagi wacana pemilihan AHWA berkembang sangat dinamis di kalangan PCNU khususnya jajaran Syuriah. Hal ini karena peran AHWA yang sangat strategis dalam memilih Rais Aam PBNU.

Dalam pertemuan di Kantor PWNU yang dihadiri Rais Syuriah Jateng KH Ubeidillah Sodaqoh, Syuriah DKI KH Muhyidin Ishaq, Syuriah Kaltim, KH Ali Cholil, Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Aly, Pengasuh Ponpes Lirboyo Gus Athoillah, Ketua PCNU Pasuruan KH Imron Mutamakkin, dan Lora Amin Said  Husni berkembang beberapa usulan terkait AHWA.

Usulan yang berkembang misalnya, dari PWNU Kalimantan Barat yang menginginkan perlunya ada Kyai perwakilan dari setiap Pulau termasuk Kalimantan. "Kami mengusulkan Kyai Ali Cholil sebagai salah satu anggota AHWA mewakili Kalimantan," kata Ketua PWNU Kalbar KH Dr Syarif SAg MA.

Sementara itu Ketua PWNU Kaltara, KH Alwan Saputra dalam dialog itu mendukung gagasan pelembagaan AHWA untuk dibahas di Konbes NU yang akan digelar dalam waktu dekat. Namun ia tidak sependapat dengan wacana AHWA memilih Ketua Umum PBNU.

"Kalau di Mukhtamar NU PCNU datang tidak memilih Ketua Umum dan hanya jadi penonton rasanya kok tidak enak," ujar Kyai Alwan.

Sementara itu Syuriah PBNU Kyai Muhib Aman Aly dalam pandangannya menegaskankan bahwa pemilihan AHWA sangat menentukan masa depan NU di masa depan.

"Memilih AHWA itu bagian yang paling penting dalam menentukan masa depan NU.. Bukan soal kedaerahan tapi lebih pada maqomnya.  AHWA bisa dipilih dari  pondok Sidogiri, Ploso, ada Lirboyo, ada Sarang ..kita serahkan kepada mereka untuk menentukan Rais Aam. Ada juga Kyai Huda Djazuli Ploso,  Kyai Kafabih Lirboyo, Kyai Idris Pasuruan dan lain lain. Saya pikir kalau mereka yang AHWA maka para pemain tidak akan berani mendekat. Kalau kita serahkan kepada mereka itu kita ploong," ungkap Kyai Muhib.

Selain itu Kyai Muhib menyarankan agar pemilihan AHWA mempertimbangkan dari ponpes besar yang konsisten mencetak kader ulama yang Mukhlis. "Ini soal masa depan NU, jangan kita pilih berdasarkan keterwakilan daerah semata apalagi pertimbangan politik," tandasnya.

Di akhir silaturahmi, Wakil Ketua Umum PBNU Lora Amin Said Husni menutup dengan kesepakatan bahwa Mukhtamar NU ke 35 harus digelar secara bermartabat dan dilaksanakan di pondok pesantren sebagaimana usulan kyai kyai sepuh.

"Kita sepakati bahwa Mukhtamar NU ke 35 digelar di pondok pesantren, setuju?" tanya Kyai Amin Said yang dijawab dengan tegas, "Setuju" oleh semua peserta yang hadir. (*)

Terkini