Panen Padi di Kampar, Wamentan Sudaryono Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 22:40:00 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dengan agenda panen padi di Desa Binuang, Kabupaten Kampar

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dengan agenda panen padi di Desa Binuang, Kabupaten Kampar, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat program swasembada pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan dan sektor pertanian merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, swasembada pangan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah ketidakpastian global.

“Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa swasembada pangan adalah hal yang sangat penting bagi bangsa. Situasi ke depan tidak bisa diprediksi, mulai dari bencana hingga krisis, sehingga sektor pangan harus menjadi penopang utama,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian berkomitmen hadir di tengah petani untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan, terutama terkait keterbatasan alat mesin pertanian dan akses irigasi.

“Kami mendukung penuh penyediaan irigasi, benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pupuk yang lebih baik. Riau yang selama ini unggul di sektor perkebunan juga memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, terdapat delapan kelompok tani dengan jumlah petani mencapai 224 orang. Keberadaan kelompok tani tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap program swasembada pangan.

“Pemkab Kampar terus berkomitmen menyukseskan program swasembada pangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Pemkab Kampar melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) telah menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian. Bantuan tersebut meliputi pembangunan jalan usaha tani, penyediaan alat dan mesin pertanian bagi kelompok tani, serta bantuan benih untuk lahan seluas 256 hektare.

“Berbagai langkah strategis telah kami lakukan, mulai dari peningkatan luas tanam hingga indeks pertanian,” ungkapnya.

Namun demikian, Ahmad Yuzar mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor pertanian di Kampar, di antaranya keterbatasan lahan dan anggaran. Selain itu, petani juga menghadapi persoalan akses sarana produksi, alat mesin pertanian, serta kondisi irigasi yang belum optimal.

“Sebagian besar sawah masih bergantung pada curah hujan, sehingga dalam beberapa tahun terakhir petani hanya bisa panen dua kali setahun akibat keterbatasan air,” katanya.

Untuk itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar potensi pertanian di Kampar dapat dimaksimalkan.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dari Pemprov Riau dan Kementerian Pertanian agar produktivitas pertanian di Kampar terus meningkat,” pungkasnya. (*)

Terkini