Belum Ada Kasus, Diskes Riau Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Ancaman Virus Nipah

Senin, 09 Februari 2026 | 00:06:00 WIB
Kepala Diskes Riau, Zulkifli

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau memastikan hingga kini belum ditemukan kasus penularan Virus Nipah di wilayah Riau. Meski demikian, langkah kewaspadaan terus diperkuat menyusul meningkatnya perhatian nasional terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Diskes Riau, Zulkifli, mengatakan bahwa Virus Nipah saat ini memang masih ditemukan di luar negeri. Namun, ia menegaskan bahwa potensi masuknya virus ke Indonesia tetap harus diantisipasi sejak dini.

“Walaupun belum ada kasus di Riau, kewaspadaan harus ditingkatkan. Kemarin kami sudah melakukan sosialisasi bersama Polda Riau dan akan terus melakukan pendalaman terkait virus ini,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, Diskes Riau saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penanganan dan pencegahan Virus Nipah. Sambil menunggu arahan tersebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami terus mendalami proses penularan serta tata kelola penanganan Virus Nipah agar jika terjadi kasus, kita sudah siap,” jelasnya.

Zulkifli juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terlebih saat memasuki masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan memperhatikan kondisi kesehatan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI telah meningkatkan kewaspadaan nasional melalui penerbitan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah. Penyakit ini merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh Virus Nipah dari genus Henipavirus.

Virus Nipah memiliki reservoir alami pada kelelawar buah dan dapat menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

Gejala Virus Nipah bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus berat, infeksi dapat menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang berpotensi berujung pada kematian. (*)

Terkini