SEBALIK.COM, SIAK — Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menekankan pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus pada program prioritas yang terukur, realistis, dan bergerak menuju penerapan manajemen talenta. Hal ini disampaikan saat memimpin rapat staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, yang digelar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Senin (26/1/2026).
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala OPD, serta para camat, dan menjadi ajang Bupati Afni memberikan arahan terkait penentuan prioritas program OPD selama enam bulan ke depan.
Bupati Afni menegaskan bahwa setiap OPD diminta menyiapkan minimal lima program prioritas yang realistis dan dapat dicapai dalam enam bulan. Program tersebut akan menjadi dasar evaluasi kinerja sekaligus bagian dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
“Tolong berikan pada kami lima program yang terukur, tanpa muluk-muluk. Dalam enam bulan itu harus tercapai. Jadi kalau ada pejabat yang mutasi atau demosi, itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi karena janji SKP-nya tidak tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Afni menekankan bahwa penilaian kinerja berbasis performa, bukan politik. “Apapun hasil rapat hari ini, itulah janji bapak ibu untuk kinerja enam bulan ke depan. Hari ini saya ingin memberikan contoh nyata, bukan urusan politik. Sekarang semuanya berbasis kinerja, performa, kalau bapak ibu bagus, kita lanjut,” ujarnya.
Bupati Afni juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, belanja daerah, dan BUMD. “Tadi kami menerima kedatangan Pak Kejati, beliau mengingatkan kita, cara belanja harus ekstra hati-hati. Pemeriksaan internal pasti akan masuk, jadi siapkan semua data. Begitu juga pengelolaan BUMD," jelasnya.
Dalam arahannya, Bupati Afni menekankan bahwa seluruh ASN memang diawasi banyak pihak, namun hal ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai dorongan agar tetap menjaga integritas dan semangat kerja.
Selain itu, Bupati Afni mendorong penerapan manajemen talenta agar penempatan ASN sesuai dengan kompetensi dan profesionalisme. “Mari kita bergerak ke arah manajemen talenta. Saya minta betul-betul dalam enam bulan ini kita sudah beralih ke arah manajemen talenta. Dengan begitu, saya yakin InsyaAllah tidak lagi kita bicara like or dislike urusan politik,” tutupnya. (*)