SEBALIK.COM , ROHIL - Nasib malang menimpa M Mulyadi, seorang mahasiswa di Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir. Niat baiknya untuk melerai pertengkaran justru berujung pada aksi penganiayaan brutal oleh seorang pria berinisial RR alias Eno.
Peristiwa mencekam ini terjadi di depan Kantor Lurah Bangko Kiri pada Rabu sore (21/1/2026). Kejadian bermula saat korban merasa prihatin melihat pelaku tengah memarahi kekasihnya di depan umum dengan nada tinggi.
Menurut keterangan Kapolsek Bangko Pusako, AKP Bahagia Ginting, korban mencoba menegur pelaku menggunakan bahasa Melayu agar menghentikan aksinya. Namun, teguran sopan tersebut justru memicu amarah pelaku yang tak terkendali.
Tanpa basa-basi, pelaku mendatangi korban dan melakukan aksi tanduk ke arah kepala korban. Akibatnya, kepala bagian belakang korban menghantam dinding dengan keras.
Tidak puas sampai di situ, pelaku kembali melayangkan pukulan ke arah kepala hingga mahasiswa tersebut tersungkur dan mengalami pusing hebat.
Pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun tak lama kemudian ia kembali lagi dengan membawa sebilah pisau cutter biru, siap untuk menyerang kembali.
Beruntung, aksi yang lebih fatal ini berhasil digagalkan oleh seorang saksi bernama Ahmad Zaki yang dengan sigap meringkus pelaku dan merampas senjata tajam tersebut.
"Korban sempat dipukul kembali di bagian kepala hingga terjatuh. Setelah itu pelaku sempat pergi dan kembali membawa pisau kater, namun berhasil dilerai saksi," ungkap AKP Bahagia Ginting, Senin (26/1/2026).
Setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Bangko Kanan, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Unit Reskrim Polsek Bangko Pusako bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Berdasarkan alat bukti, hasil visum, dan keterangan para saksi, Reno Rianto alias Eno resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meski hasil tes urine menunjukkan negatif narkoba, tindakan agresif pelaku tetap membawanya ke balik jeruji.
Kini, Eno harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. (Mail Has)