SEBALIK.COM, PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, mendorong agar wastra Melayu Riau tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu bersaing dan menembus pasar internasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri International Riau Fashion Week Season 3 di Pekanbaru, Minggu (25/1/2026).
Menurut Adrias, wastra Riau—khususnya batik—bukan sekadar produk fesyen, melainkan representasi identitas, sejarah, dan martabat budaya Melayu yang memiliki nilai jual tinggi di kancah global. Keunikan motif dan filosofi yang terkandung di dalamnya menjadi kekuatan utama yang membedakan wastra Riau dengan produk fesyen lainnya.
“Wastra Riau memiliki karakter dan nilai budaya yang kuat. Ini menjadi modal penting untuk bersaing dalam industri fesyen, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Adrias menegaskan pentingnya kolaborasi lintas komunitas, organisasi, dan pelaku industri kreatif. Sinergi ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor fesyen daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Riau.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bersama-sama mengembangkan fesyen batik dan wastra Riau ke level yang lebih tinggi,” katanya.
International Riau Fashion Week Season 3 semakin menunjukkan daya tariknya dengan kehadiran delegasi dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia dan Filipina. Kehadiran tamu mancanegara tersebut menjadi bukti bahwa wastra Melayu Riau memiliki daya tarik yang mampu melampaui batas negara.
Adrias mengaku bangga melihat antusiasme dan apresiasi para delegasi internasional terhadap busana berbasis wastra Melayu yang ditampilkan. Ia menilai setiap karya yang diperagakan bukan hanya produk fesyen, tetapi juga media diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Riau kepada dunia.
Lebih lanjut, ia berharap para pelaku ekonomi kreatif di bidang fesyen berani memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global, sehingga wastra Riau dapat menjadi identitas daerah yang dikenal luas sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Semoga wastra Melayu Riau yang berakar pada budaya lokal dan memiliki daya saing ini mampu tampil percaya diri di panggung dunia,” pungkasnya. (*)